SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) kembali menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Program ini bertujuan menyediakan uang Rupiah layak edar di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
Khusus wilayah Jawa Timur (Jatim), kegiatan ERB berlangsung pada 23–29 April 2026 dengan menyasar lima pulau. Antara lain, Pulau Bawean, Pulau Sapeken, Pulau Masalembu, Pulau Kangean, dan Pulau Sakala menggunakan KRI Makassar-590.
Pada 2026, jangkauan ERB diperluas baik dari sisi wilayah maupun program. Kegiatan ini ditargetkan menjangkau 97 pulau di 19 provinsi. Selain itu, terdapat empat provinsi yang akan melaksanakan ERB secara mandiri dengan target 18 pulau 3T.
Sejak 2012 hingga 2025, ERB telah menjangkau 565 pulau melalui 110 kegiatan kas keliling. Sepanjang 2025, tercatat 18 kegiatan ERB yang menjangkau 91 pulau dengan total nilai penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar.
Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozah, mengatakan BI memiliki mandat sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang mengeluarkan dan mengedarkan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
“Kami memastikan uang Rupiah layak edar tersedia di seluruh wilayah NKRI dalam jumlah cukup dan pecahan yang sesuai,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia menambahkan, tantangan distribusi uang di Indonesia cukup besar, terutama karena kondisi geografis berupa ribuan pulau serta keterbatasan infrastruktur. Selain itu, wilayah perbatasan dengan 11 negara juga berpotensi terpapar penggunaan mata uang asing.
Untuk itu, sinergi antara BI dan TNI AL terus diperkuat. Dari sisi pertahanan, TNI AL menjaga kedaulatan laut, sementara BI menjaga kedaulatan Rupiah sebagai simbol negara. “BI dan TNI AL memiliki misi yang sama, yaitu menjaga kedaulatan bangsa,” tegasnya.
Selain layanan penukaran uang, kegiatan ERB juga diisi dengan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, layanan kesehatan, bantuan sosial, serta program bela negara oleh TNI AL.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
