Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, Publik Diminta Tunggu Hasil Laboratorium

Andika
Abdul Rohim (tengah) apresiasi langkah cepat SPPG usai fugaan keracunan MBG. Foto : Andika.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Menyikapi dugaan keracunan massal usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya, Ketua Umum Garda Satu, Abdul Rohim, mengimbau masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil resmi pemeriksaan laboratorium keluar. 

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Putra Garam yang menghentikan sementara operasional dapur serta menanggung biaya perawatan para korban hingga pulih.

“Langkah cepat SPPG Putra Garam menghentikan operasional pasca kejadian dan menanggung biaya perawatan korban hingga sembuh patut diapresiasi. Itu bagian dari tanggung jawab mereka,” ujar Abdul Rohim, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, insiden tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pihak internal SPPG agar standar pengolahan makanan semakin diperketat demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi atas kejadian ini. Sebaiknya menunggu hasil resmi uji laboratorium dari tim kesehatan yang saat ini masih berproses,” katanya.

Sebelumnya, sekitar 200 siswa dari sejumlah sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG yang didistribusikan oleh SPPG Putra Garam, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Senin (11/5/2026). Para siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan medis.

Kepala SPPG Putra Garam, Chafi Alida Najla, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh siswa, guru, dan keluarga yang terdampak akibat insiden tersebut. Ia memastikan pihaknya siap bertanggung jawab penuh terhadap seluruh kebutuhan penanganan medis maupun pendampingan korban.

“Pembiayaan dan lain segalanya kami tanggung. Kemudian nanti dapur ini akan ada banyak evaluasi,” ujar Chafi.

Menurut Chafi, menu MBG yang dibagikan pada hari kejadian terdiri dari nasi dan lauk olahan daging krengsengan. Ia menjelaskan bahan baku daging diterima dalam kondisi segar dan telah diolah sesuai prosedur serta standar resep yang berlaku.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network