Lulusan SMK Jatim Antusias Kerja di Luar Negeri, Gaji Capai Rp18 Juta Jepang Jadi Tujuan Favorit

Saipul Yudi
Program kerja luar negeri untuk lulusan SMK di Jawa Timur disambut antusias. Jepang, Turki, dan Malaysia jadi negara tujuan favorit dengan gaji hingga Rp18 juta. Foto iNewsSurabaya.id/saipul

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Minat lulusan SMK di Jawa Timur untuk bekerja di luar negeri terus meningkat. Program kebekerjaan luar negeri yang digagas pemerintah disambut antusias ribuan siswa dan alumni SMK yang ingin mengubah masa depan lewat karier internasional.

Jepang, Turki, hingga Malaysia menjadi negara tujuan favorit para peserta. Mereka rela mengikuti pelatihan bahasa, tes fisik, hingga sertifikasi demi mendapatkan kesempatan bekerja di sektor kesehatan, perhotelan, manufaktur, hingga industri jasa global.

Salah satu peserta, Galang Andi Utomo, lulusan SMK Pelayaran Kristen Tuban, memilih Jepang sebagai tujuan kerja di bidang caregiver atau perawat lansia. Ia mulai mempersiapkan diri sejak Desember lalu melalui pelatihan di lembaga kursus dan pelatihan (LKP).

“Persiapannya saya sudah ikut LKP sekitar 3,5 bulan. Kami belajar huruf Jepang, kosakata, cara menulis kanji, sampai teknik pengelasan,” ujar Galang.

Lulusan jurusan Nautika Kapal Niaga itu menjelaskan, peserta yang ingin bekerja di Jepang wajib memiliki kemampuan bahasa minimal level N4. Setelah lolos wawancara, mereka masih harus menjalani pemantapan bahasa sebelum proses pengurusan paspor dan keberangkatan.

Bagi Galang, program kerja luar negeri bukan sekadar mencari pekerjaan, tetapi juga upaya membanggakan orang tua dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Di sekolahnya, sekitar 20 siswa fokus mengikuti program penempatan kerja ke Jepang.

Antusiasme serupa datang dari Dwi Sarah Alfitri, siswi SMKN 1 Batu yang mengikuti program magang ke Turki di sektor perhotelan. Menurutnya, sekolah bekerja sama dengan perusahaan untuk melakukan seleksi dan pelatihan peserta.

“Kami sudah melewati asesmen fisik seperti sit up, push up, dan lari. Minggu depan mulai kursus bahasa Inggris selama lima bulan dan semuanya gratis,” kata Dwi.

Ia menilai peluang kerja di luar negeri memberikan pengalaman yang jauh lebih luas dengan penghasilan yang menjanjikan. Program tersebut diawali dengan penjaringan minat siswa dan melewati lima tahapan seleksi, mulai dari tes fisik, kursus bahasa, psikotes, hingga medical check up.

Pemerintah disebut memberikan bantuan sekitar Rp100 juta per sekolah. Selain itu, sekolah juga menggandeng industri yang memberikan dukungan pembiayaan sekitar Rp35 juta yang nantinya dibayarkan melalui sistem potong gaji setelah peserta bekerja.

Sementara itu, Rizki Tegar Saputra, alumni SMKN 1 Tulungagung, kini menjalani pelatihan di LKP Duta Mandiri Indonesia Tulungagung untuk bekerja sebagai caregiver di Jepang. Keputusannya memilih bidang tersebut terinspirasi dari pengalamannya merawat sang nenek.

“Di LKP diajari caregiver dari awal dan praktik di panti lansia. Saya sebenarnya minat di pertanian, tapi caregiver membuat saya lebih sering berkomunikasi sehingga kemampuan bahasa Jepang lebih cepat meningkat,” ujar Rizki.

Pemuda berusia 21 tahun itu telah mengantongi sertifikat bahasa Jepang level N4 dan sertifikasi Specified Skilled Worker (SSW). Ia dijadwalkan berangkat ke Kanagawa, Jepang, pada Oktober mendatang dengan estimasi gaji bersih mencapai Rp18 juta per bulan.

Menurut Rizki, profesi caregiver di Jepang memiliki prospek karier yang jelas. Setelah lulus ujian kaigo dan memperoleh sertifikasi, pekerja dapat meningkatkan status visa menjadi visa perawat dengan masa tinggal tanpa batas.

Kisah serupa datang dari Desy Novianti, lulusan SMK PGRI 1 Mejayan, Kabupaten Madiun. Anak seorang buruh tani itu akan bekerja di perusahaan pengolahan makanan Mushasino di Kyoto, Jepang, pada bagian produksi makanan bento.

“Belajar bahasa Jepang sudah sejak kelas 3 dan sekarang sudah N4. Saya ingin mengubah ekonomi keluarga dan mencari pengalaman,” kata Desy.

Melalui program Tokutei Ginou, Desy ditawari gaji sekitar Rp16 juta per bulan dengan kontrak kerja selama tiga tahun sebelum melanjutkan pengurusan visa kerja jangka panjang.

Tak hanya Jepang dan Turki, Malaysia juga menjadi tujuan favorit peserta program kerja luar negeri. Andini Candra Ningtyas, alumni SMKN 2 Jombang tahun 2025, memilih Malaysia karena lokasinya dinilai lebih dekat dengan Indonesia.

“Kami dibantu bahasa Inggris dan persiapan wawancara sebelum berangkat. Di sini juga diajari kuliner, HACCP, sertifikat higienitas hingga penjualan,” ujarnya.

Andini berharap pengalaman bekerja di luar negeri dapat menjadi bekal keterampilan dan pengetahuan yang bisa diterapkan saat kembali ke Tanah Air.

Program tersebut secara resmi dilepas oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan Pelepasan 3.000 Lulusan SMK dan 600 Lulusan LKP Bekerja di Luar Negeri di Islamic Center Surabaya.

Sebanyak tujuh negara menjadi tujuan program magang dan kerja luar negeri tersebut, di antaranya Jepang, Turki, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, hingga Dubai. Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) bagi SMK ini membuka peluang kerja internasional di berbagai sektor strategis seperti hospitality, kesehatan, manufaktur, hingga layanan jasa global lainnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network