SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kreativitas dan inovasi pelajar terus didorong sebagai bagian dari penguatan pendidikan berbasis riset di tingkat sekolah menengah. Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan Temu Ilmiah bertema “Science Fair” yang digelar SMA Wijaya Putra Surabaya pada 19 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di sekolah kawasan Surabaya Barat itu menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan hasil penelitian dan karya inovatif yang telah mereka rancang bersama kelompok masing-masing. Beragam proyek ditampilkan, mulai dari olahan pangan, energi alternatif, hingga teknologi tepat guna yang mendukung kebutuhan masyarakat.
Sebanyak 42 tim peneliti dari siswa kelas X dan XI mengikuti ajang tahunan tersebut. Mereka mempresentasikan hasil riset yang sebelumnya telah dipersiapkan dalam beberapa bulan terakhir. Seluruh karya kemudian melalui proses penilaian ketat oleh dewan juri, yakni Khoirul Anam S.Si., M.T. dan Nisfi Qomariah S.Pd.
Berbagai inovasi siswa SMA Wijaya Putra Surabaya dalam bidang teknologi, pangan, dan energi berhasil mencuri perhatian dewan juri Science Fair 2026. Foto iNewsSurabaya.id/kaorin
Dari puluhan peserta, dewan juri memilih 10 tim terbaik untuk melaju ke babak final. Masing-masing kategori diwakili dua tim unggulan yang dinilai memiliki inovasi, manfaat, dan kreativitas terbaik.
Puncak acara Science Fair nantinya akan menentukan juara 1, 2, dan 3, sekaligus penghargaan karya terbaik dari setiap kategori penelitian yang dipresentasikan oleh siswa kelas XI.
Kepala Kurikulum SMA Wijaya Putra Surabaya, Sutrisno S.S., mengapresiasi tingginya semangat siswa dalam menghasilkan karya penelitian yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
“Ada beberapa karya siswa kelas 10 yang sangat menarik dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Salah satunya penelitian berjudul ‘Rancang Bangun Voice-Activated Lamp sebagai Alat Bantu Kemandirian Disabilitas Netra’,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
