Tak hanya menghadirkan diskusi panel, acara tersebut juga menampilkan pertunjukan siswa dan showcase proses pembelajaran di kelas. Penampilan para siswa menjadi daya tarik tersendiri karena memperlihatkan bagaimana metode belajar aktif mampu mendorong anak tampil percaya diri, berani berkomunikasi, dan bebas mengekspresikan kreativitas sejak dini.
Momen tersebut memberi gambaran kepada para orang tua bahwa pendidikan ideal bukan hanya menghasilkan anak yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu menikmati proses belajar dengan bahagia dan penuh antusiasme.
Koordinator Akademik Inspirasi Group of Schools, Indri Savitri, menilai pendidikan internasional tetap harus berpijak pada nilai budaya dan identitas lokal.
“Standar pendidikan global perlu dihadirkan dalam konteks lokal agar anak-anak tetap tumbuh dengan karakter yang kuat, empati, serta pemahaman terhadap budaya mereka sendiri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Inspirasi Schools, Bibie Nariswari, menyoroti pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi proses belajar anak.
Menurutnya, setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda. Karena itu, komunikasi dan sinergi antara guru dan orang tua menjadi faktor penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif, bermakna, dan berkelanjutan.
Forum ini sekaligus mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan yang seimbang, yakni menggabungkan standar internasional dengan penguatan karakter dan nilai-nilai lokal.
Di tengah tantangan global yang terus berkembang, pendekatan pendidikan seperti ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh, adaptif, serta tetap memiliki jati diri yang kuat.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
