Menanggapi hal tersebut, Kahfi memastikan Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan perhitungan kebutuhan bangku sekolah tingkat SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Kami sudah menjelaskan kepada warga bahwa kuota SMP negeri dan swasta telah dihitung untuk mengakomodasi lulusan SD. Jadi tidak ada anak yang tidak mendapatkan sekolah,” katanya.
Ia juga menyebut kekhawatiran masyarakat terkait biaya pendidikan di sekolah swasta kini mulai terjawab melalui program beasiswa bagi keluarga kategori desil 1 hingga desil 5.
“Sekarang sekolah swasta juga sudah ada program beasiswa sesuai jalur dan kategori desil. Jadi masyarakat tidak perlu terlalu khawatir soal biaya pendidikan,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Kahfi turut meminta pengurus RT dan RW memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan usulan pembangunan yang belum sempat terealisasi melalui musrenbang maupun forum kelurahan.
“Kalau ada usulan di musrenbang yang belum terakomodasi, bisa disampaikan saat reses agar dapat kami kawal melalui pokok pikiran dewan,” ujarnya.
Tak hanya membahas pembangunan fisik, Kahfi juga mengajak warga menjaga budaya gotong royong demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sejahtera.
Pria dengan jargon “Aku Koncomu” tersebut menilai partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama pembangunan Kota Surabaya yang lebih baik, dimulai dari lingkungan kampung masing-masing.
“Melalui momen reses ini saya mengajak masyarakat terus menjaga semangat gotong royong dan ikut berpartisipasi aktif membangun Surabaya yang lebih aman, nyaman, dan sejahtera dimulai dari kampungnya,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
