SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Persoalan sampah di tingkat desa dinilai tidak cukup diselesaikan dengan mengandalkan pola kumpul, angkut, dan buang. Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mulai mendorong sistem pengelolaan sampah terpadu yang menggabungkan pemilahan dari rumah tangga, penguatan bank sampah, peran kelembagaan desa, hingga pemanfaatan teknologi untuk mengolah sampah residu.
Langkah tersebut diarahkan untuk membangun pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, sehingga sampah yang masih memiliki nilai ekonomi tidak langsung berakhir di tempat penampungan.
Desa Pengalangan memiliki enam dukuh dengan sekitar 450 rumah tangga. Selama ini, sebagian besar sampah domestik warga dikumpulkan dan dibawa ke Tanah Kas Desa (TKD).
Pemerintah desa sebenarnya telah menyediakan tempat sampah dan menerapkan retribusi pengangkutan melalui BUMDes Pengalangan Sejahtera. Namun, pemilahan sampah dari sumber masih belum berjalan maksimal. Akibatnya, berbagai jenis sampah masih bercampur saat dikumpulkan.
Kondisi tersebut membuat timbulan sampah di lokasi penampungan terus bertambah. Saat musim kemarau, sampah kering berpotensi dibakar secara terbuka. Sementara ketika musim hujan, sampah yang membusuk dapat menimbulkan bau, mengundang vektor penyakit, hingga mengganggu saluran drainase.
Ketika volume sampah semakin tinggi, pemerintah desa juga harus melakukan penataan timbunan menggunakan alat berat.
Tim Program Pemberdayaan Masyarakat (PMM) mendorong agar persoalan tersebut tidak hanya dijawab dengan menghadirkan teknologi pengolahan sampah. Perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam sistem yang dirancang.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan dukungan dana hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa Tahun Anggaran 2026.
Warga diarahkan melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah dibedakan menjadi material organik, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, dan residu yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
