Emil Dardak Sebut Thailand dan Filipina Berebut Jadi Pusat Keuangan Syariah

Lukman Hakim
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat penutupan Semarak Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa 2026 di Surabaya. (Foto : Lukman Hakim).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Jatim. Ini dilakukan agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan pasar halal dan pusat keuangan syariah di kawasan Asia.

Emil menilai peluang ekonomi syariah Indonesia sangat besar karena memiliki jumlah penduduk yang besar sekaligus populasi muslim yang signifikan. Namun, keunggulan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan jumlah penduduk. Nilai tambah dari ekonomi syariah harus terus dikembangkan.

Menurut Emil, persaingan ekonomi syariah di kawasan semakin berkembang. Ia menyebut Malaysia tidak lagi menjadi satu-satunya negara yang serius membangun ekosistem keuangan syariah. Thailand dan Filipina juga mulai membidik peluang menjadi pusat keuangan syariah.

“Setelah Malaysia, ternyata yang lagi berebut ingin menjadi financial hub syariah itu adalah Thailand dan Filipina. Nah, ini kita tak boleh kasih kendor,” kata Emil saat penutupan Semarak Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa 2026 di Surabaya, Minggu (27/9/2026).

Karena itu, Emil menilai pengembangan ekonomi syariah harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui penguatan ekosistem halal di daerah.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah produk halal untuk pasar ekspor. Menurutnya, Jatim perlu terus membuka pasar baru agar produk halal dari daerah memiliki daya saing lebih luas.

“Bagaimana kemudian ekspor halal kita bisa didorong. Ini memang membutuhkan komitmen untuk mengeksplor pasar-pasar baru. Karena ternyata memang ada peluang,” ujarnya.

Emil juga menekankan pentingnya sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Ia memahami masih ada pelaku usaha yang merasa sertifikasi belum menjadi kebutuhan mendesak.

Namun, menurut dia, pemerintah tetap perlu memberikan motivasi agar pelaku usaha secara bertahap mengurus perizinan dan sertifikasi halal. “Kita juga tidak boleh kendor dalam memotivasi para pelaku usaha untuk mengurus izin atau sertifikasi halal,” katanya.

Menurut Emil, perubahan tren pasar halal berlangsung cepat. Kesadaran konsumen terhadap produk halal tidak hanya menyangkut makanan, tetapi juga merambah berbagai produk lain, termasuk kosmetik atau skincare.

Karena itu, Jatim perlu mempersiapkan pelaku usaha sejak dini agar tidak kehilangan peluang ketika permintaan terhadap produk halal semakin berkembang.

“Kesadaran untuk makanan dan barang-barang lain seperti halal, seperti misalnya skincare, itu tentu perlu kemudian kita persiapkan, jangan sampai kedahuluan. Bahaya kalau kedahuluan,” ujarnya.

Selain pameran, kegiatan juga diisi transaksi perdagangan dan pembiayaan yang menjadi bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi syariah.

“Total pameran ada 312 stand pameran. Tadi juga ada transaksi, baik pembiayaan maupun transaksi dagang. Ini tentu dalam pengembangannya memang kita perlu melakukan pendampingan yang lebih berbeda,” katanya.

Emil mengatakan Jatim memiliki modal penting untuk memperkuat ekonomi syariah, salah satunya melalui persaingan positif antar kabupaten/kota dan pesantren dalam mengembangkan berbagai sektor ekonomi syariah.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Jatim. “Sekarang di Provinsi Jatim ini ada persaingan antarkabupaten/kota, sama antarpesantren. Ini kan sayang banget kalau kita tak manfaatkan,” ujarnya.

Ia berharap semangat pengembangan ekonomi syariah tidak berhenti selama festival berlangsung. Menurut Emil, tantangan berikutnya adalah memastikan dampak kegiatan tersebut terus berlanjut setelah acara selesai.

“Yang tidak kalah penting adalah resonansinya. Bagaimana dari Fesyar ini semangatnya terpelihara di seluruh elemen untuk bisa terus mengawal ekonomi syariah,” katanya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network