SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek drainase dan gorong-gorong. Ini setelah insiden kecelakaan yang menewaskan seorang warga di kawasan Jalan Margorejo, Jumat (12/6/2026) malam.
Menurut Aning, Pemkot harus memastikan seluruh standar operasional prosedur (SOP) pekerjaan konstruksi telah dijalankan dengan baik oleh kontraktor, terutama terkait aspek keselamatan pengguna jalan.
"Pemkot harus memastikan bahwa semua SOP terkait pekerjaan gorong-gorong telah dilakukan dengan baik dan benar oleh kontraktor. Jika ada pelanggaran, baik perdata maupun pidana, harus ditegakkan sebagai efek jera. Tidak boleh ada lagi peristiwa serupa di Surabaya," tegas Aning, Minggu (14/6/2026).
Politisi dari Fraksi PKS itu menilai insiden yang terjadi di Margorejo harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek infrastruktur. Terlebih, kawasan tersebut sebelumnya juga kerap menjadi sorotan terkait kondisi penerangan jalan dan keselamatan pengguna jalan.
Aning juga meminta Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan untuk memastikan seluruh lampu penerangan jalan umum (PJU), khususnya di titik-titik rawan kecelakaan maupun kejahatan, berfungsi dengan baik.
"Harus dipastikan juga seluruh lampu penerangan PJU di titik-titik rawan kecelakaan atau kejahatan menjadi prioritas utama Pemkot, dalam hal ini Dinas Perhubungan. Apalagi sudah memakan korban dan bukan hanya sekali terjadi di kawasan Margorejo," ujarnya.
Menurutnya, aspek keselamatan masyarakat tidak boleh diabaikan dalam setiap pelaksanaan proyek pembangunan. Pengawasan terhadap kontraktor harus diperketat agar seluruh ketentuan pengamanan proyek dipatuhi secara maksimal.
"Ini harus menjadi pelajaran penting dan tidak boleh terjadi lagi di Surabaya," katanya.
Diketahui, kecelakaan tragis terjadi di lokasi proyek drainase di Jalan Margorejo, Surabaya, Jumat malam sekitar pukul 19.30 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Laila Endriati meninggal dunia setelah diduga terjatuh ke area galian drainase yang sedang dikerjakan.
Suami korban, Edi Parlin, mengaku saat melintasi lokasi proyek kondisi jalan cukup gelap. Ia tidak melihat adanya lampu peringatan maupun jaring pengaman yang terpasang di sekitar area pekerjaan.
"Kejadiannya sekitar pukul 19.30 malam. Saat itu kondisi di lokasi gelap. Tidak ada lampu penanda dan saya tidak melihat adanya jaring pengaman di sekitar proyek," ujar Edi.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
