Janji Bantuan Rp1,1 Miliar Berujung Polemik, BIP dan Arief Camra Saling Klaim

Rahmat Ilyasan
Polemik bantuan sosial antara BIP dan Arief Camra viral di media sosial. BIP dan Arief sama-sama membeberkan kronologi serta alasan batalnya program bantuan. Foto iNewsSurabaya.id/ilyas

Kuswanto mengungkapkan, Founder BIP saat itu tidak menolak permohonan tersebut. Bahkan, Ali Zaenal menyatakan kesediaannya memberikan bantuan sebesar Rp1,1 miliar atau lebih besar Rp200 juta dari nominal yang diajukan.

Namun setelah dilakukan survei ke lokasi di Sidoarjo, tim BIP menemukan estimasi nilai rumah yang akan dibeli hanya berkisar Rp400 juta. Hasil tersebut menjadi dasar evaluasi hingga akhirnya bantuan dibatalkan.

Meski demikian, Founder BIP Ali Zaenal menegaskan dirinya tetap menghormati Arief Camra dan berharap persoalan tersebut tidak merusak hubungan baik yang selama ini terjalin.

"Hubungan saya pribadi sama pihak Griya Lansia Malang dan Griya Yatim baik-baik saja, tidak ada masalah apa pun sama Bapak Arief. Yang ada, saya butuh banyak belajar dan butuh arahan beliau," ujar Ali Zaenal.

Di sisi lain, Arief Camra menyampaikan penjelasan yang berbeda. Ia mengaku akar persoalan bukan semata soal nominal bantuan, melainkan adanya perbedaan pandangan mengenai penamaan masjid dan area pemakaman yang akan dibangun.

"Ada kesepakatan dibantu dicairkan kalau masjidnya itu diberi nama label Bani di depannya. Nah, Masjid Bani Griya Lansia. Tentu saja saya tolak," kata Arief melalui sambungan telepon.

Arief mengaku telah menawarkan alternatif penamaan yang tetap mencantumkan BIP sebagai donatur tanpa mengubah identitas masjid maupun pemakaman.

"Masjid sudah saya tawarkan menjadi masjid bantuan dari seluruh masyarakat dan donatur utama Yayasan Nurul Hayat dan Yayasan Bani Insan Peduli. Itu sudah saya tawarkan, tapi ditolak," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dana tahap pertama sebesar Rp250 juta telah disalurkan kepada para karyawan sesuai amanat pemberi bantuan. Namun karena merasa tidak mendapat kepastian mengenai kelanjutan program, ia memutuskan mengembalikan sisa dana kepada pihak BIP.

"Saya merasa tertekan dan digantung. Akhirnya saya WhatsApp ke Ketua BIP, apakah ada kelanjutan dengan program ini," kata Arief.

Polemik yang sempat viral di media sosial itu kini menghadirkan dua versi kronologi. BIP menyebut pembatalan bantuan dilakukan berdasarkan hasil survei dan evaluasi internal, sedangkan Arief Camra menilai persoalan bermula dari belum tercapainya kesepakatan mengenai penamaan fasilitas yang akan dibangun. Hingga kini, kedua belah pihak menyatakan tetap membuka ruang komunikasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network