2 Nelayan Belum Ditemukan, Tim SAR Kerahkan Penyisiran Besar-besaran di Laut Grajagan

Siswanto
Tim SAR Gabungan memperluas pencarian dua nelayan yang hilang setelah kapal slerek mini Inovasi terbalik di perairan Pantai Grajagan, Banyuwangi. Operasi memasuki hari kedua. Foto iNewsSurabaya.id/siswanto.

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Harapan menemukan dua nelayan yang masih hilang dalam kecelakaan kapal Inovasi di perairan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, terus diupayakan. Memasuki hari kedua operasi pencarian, Selasa (21/7/2026), Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran laut hingga pesisir pantai untuk mempercepat proses evakuasi.

Kapal nelayan jenis slerek mini tersebut sebelumnya terbalik setelah kandas dan dihantam gelombang besar di pintu masuk perairan Pantai Grajagan. Dari empat korban yang menjadi fokus pencarian, dua orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan operasi SAR hari kedua dilakukan dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) agar area pencarian dapat dijangkau lebih luas.

"Memasuki hari kedua operasi SAR, kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian terhadap dua korban yang masih belum ditemukan," ujar I Made Oka Astawa.

SRU 1 melakukan penyisiran di perairan menggunakan Rubber Boat Basarnas yang dibantu perahu nelayan. Pencarian dilakukan dengan metode Parallel Search Pattern di area seluas sekitar tiga nautical mile (NM).

Sementara itu, SRU 2 melakukan pencarian visual di sepanjang garis Pantai Grajagan dengan jangkauan sekitar 7,8 kilometer, mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus hingga ke bibir pantai.

Dua korban yang telah ditemukan meninggal dunia adalah Purnomo (40), warga Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, serta Junairi (46), warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring.

Adapun dua nelayan yang hingga kini masih dalam pencarian yakni Sutris (34), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Cluring, dan Lukman (25), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo.

Dalam operasi ini, berbagai unsur dikerahkan, mulai dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Pos TNI AL Grajagan, Koramil dan Polsek Purwoharjo, Polairud Polresta Banyuwangi, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Damkar Banyuwangi, Dinas Perikanan Grajagan, BPBD Jawa Timur, Pemerintah Desa Grajagan, hingga para nelayan setempat.

Menurut I Made Oka Astawa, strategi pencarian terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan, termasuk arah arus laut, tinggi gelombang, dan faktor keselamatan seluruh personel.

"Kami berharap kedua korban dapat segera ditemukan sehingga dapat memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu," katanya.

Berdasarkan pemantauan di lokasi, cuaca selama operasi berlangsung terpantau cerah berawan dengan arah angin dari utara ke selatan. Kecepatan arus sekitar 0,5 knot menuju selatan, sedangkan tinggi gelombang berkisar 1 hingga 1,5 meter, sehingga operasi pencarian masih dapat dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan tim.

Operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan atau sesuai hasil evaluasi yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network