PASURUAN, iNewsSurabaya.id – Upaya memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan terus dilakukan melalui sektor peternakan sapi perah. Di Kabupaten Pasuruan, modernisasi peternakan yang melibatkan koperasi dan ribuan peternak rakyat menjadi langkah nyata untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Nestlé Indonesia bersama KUD Dadi Jaya Purwodadi meluncurkan implementasi Closed-Barn atau kandang semi tertutup serta menyerahkan 90 ekor sapi perah impor kepada tiga koperasi susu di Jawa Timur, yakni KUD Dadi Jaya Purwodadi, Koperasi SAE Pujon Malang, dan KUD Sumber Makmur Ngantang.
Program ini menjadi bagian dari penguatan sektor persusuan nasional yang telah dibangun lebih dari lima dekade bersama peternak sapi perah rakyat.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi kolaborasi tersebut karena dinilai mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Pendekatan yang menggabungkan pengembangan industri dengan penguatan kapasitas masyarakat melalui kemitraan dan pembinaan peternak merupakan model kolaborasi yang patut diperkuat. Harapannya, produktivitas susu meningkat sekaligus kesejahteraan peternak ikut terdongkrak," ujarnya.
Selain mendukung ketahanan pangan, sektor persusuan dinilai memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi pedesaan. Mulai dari peningkatan kapasitas peternak, penguatan koperasi hingga terciptanya nilai tambah yang berkelanjutan.
Bupati Pasuruan, Mochamad Rusdi Sutejo, mengatakan Pasuruan sebagai penghasil susu segar terbesar kedua di Jawa Timur memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Menurutnya, penerapan sistem Closed-Barn menjadi solusi menghadapi keterbatasan lahan sekaligus meningkatkan produktivitas, kualitas susu, dan kesejahteraan peternak.
"Sistem Closed-Barn dirancang untuk menciptakan lingkungan kandang yang lebih nyaman melalui pengaturan suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara," katanya.
Dengan dukungan cooling pad dan exhaust fan, sapi perah terhindar dari stres akibat cuaca panas sehingga pola makan, konsumsi air, hingga waktu istirahat menjadi lebih optimal.
Sejak diperkenalkan pada 2023, Nestlé Indonesia telah mendukung pembangunan lebih dari 50 kandang Closed-Barn di enam daerah di Jawa Timur, yakni Malang, Pasuruan, Probolinggo, Ponorogo, Jombang, dan Blitar.
Berdasarkan hasil di lapangan, penerapan sistem tersebut mampu meningkatkan produktivitas susu hingga lebih dari 20 persen.
Sustainable Agri Advisor Nestlé Indonesia, Syahrudi, menjelaskan bahwa teknologi kandang modern membantu menjaga kesehatan ternak sekaligus mengoptimalkan potensi genetik sapi melalui manajemen pemeliharaan yang lebih baik.
Tak hanya modernisasi kandang, Nestlé Indonesia juga menyerahkan 90 ekor sapi perah impor sebagai bagian dari peningkatan kualitas genetik ternak.
Program tersebut dilengkapi dengan distribusi imported straw atau semen beku sapi Friesian Holstein unggul guna mendukung program inseminasi buatan dan mempercepat peningkatan populasi sapi perah nasional.
Ketua KUD Dadi Jaya Purwodadi, Nurianto, mengaku pendampingan yang dilakukan selama ini memberikan dampak nyata bagi peternak.
Menurutnya, penerapan teknologi modern membuat kondisi kandang lebih baik, kesehatan sapi meningkat, dan produksi susu ikut bertambah sehingga membuka peluang peningkatan pendapatan peternak.
Kemitraan Nestlé Indonesia dengan peternak sapi perah telah berlangsung sejak 1975. Saat ini perusahaan bekerja sama dengan 28 koperasi dan lebih dari 12.000 peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur," ujarnya.
Setiap tahun, Nestlé Indonesia menyerap susu segar senilai lebih dari US$60 juta dari peternak rakyat di Jawa Timur.
Selain itu, perusahaan juga menjalankan berbagai program keberlanjutan melalui pembangunan sekitar 8.700 biodigester, 2.000 manure application unit, serta penanaman lebih dari 200.000 pohon legum untuk mendukung pertanian ramah lingkungan.
Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia, Fajar Dewantara, menegaskan kolaborasi antara pemerintah, koperasi, peternak, dan dunia usaha menjadi kunci membangun sektor persusuan yang lebih tangguh, berdaya saing, dan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
