Tak hanya saling mengenalkan tugas masing-masing, kedua pihak juga berdiskusi mengenai mekanisme koordinasi dalam penanganan kecelakaan kapal maupun berbagai situasi darurat yang terjadi di wilayah perairan Banyuwangi.
"Diskusi juga membahas mekanisme koordinasi dan penanganan kecelakaan maupun kondisi darurat di wilayah kerja KSOP dan Basarnas Banyuwangi," kata I Made Oka Astawa.
Menurutnya, pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat komunikasi antarpemangku kepentingan, termasuk mitra internasional, sehingga pelayanan kemanusiaan di bidang pencarian dan pertolongan dapat terus ditingkatkan.
"Sinergi yang baik antara Basarnas, KSOP, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk mitra internasional, merupakan faktor penting dalam mewujudkan respons Search and Rescue yang cepat, tepat, dan profesional. Melalui koordinasi yang kuat, kami optimistis pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan," ungkapnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan kolaborasi antara Basarnas Banyuwangi, KSOP Tanjung Wangi, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor maritim semakin solid. Dengan koordinasi yang semakin kuat, penanganan kecelakaan pelayaran maupun keadaan darurat lainnya di wilayah perairan Banyuwangi diharapkan dapat berlangsung lebih efektif, terpadu, dan optimal demi menjamin keselamatan masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
