Setiobakti menambahkan, pendidikan perkoperasian tidak berhenti pada kegiatan ini. Mengingat kepengurusan Koperasi Merah Putih di Surabaya masih relatif baru, pendampingan akan terus dilakukan agar kapasitas para pengurus semakin meningkat.
"Ini akan berlanjut. Dari Pemerintah Kota Surabaya baru dibentuk dengan sekitar 20 orang pengurus. Ini merupakan langkah pertama yang kita lakukan, sehingga ke depan program pendidikan ini akan terus berjalan," jelasnya.
Selain memperkuat kemampuan pengurus yang ada, LAPENKOPDA juga mulai menyiapkan regenerasi dengan mendorong keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan koperasi.
Menurut Setiobakti, tantangan terbesar bukan sekadar mengajak anak muda bergabung, melainkan mengubah cara pandang mereka terhadap koperasi melalui pendidikan yang berkelanjutan.
"Kita ingin kepengurusan sekarang ada regenerasi dari anak-anak muda. Tantangannya kembali pada pemahaman. Melalui pendidikan anggota ini, kita ingin mengubah mindset mereka tentang wawasan perkoperasian," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang peserta diklat sekaligus Ketua Koperasi Merah Putih Semolowaru Surabaya, Totok Buhari, mengaku pelatihan tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kompetensi pengurus maupun anggota koperasi.
Ia berharap pendidikan seperti ini terus dilaksanakan agar seluruh anggota memiliki pemahaman yang sama mengenai tata kelola koperasi.
"Harapan kami sebagai pengurus, kegiatan ini bisa menambah kapasitas SDM tentang koperasi dan menyadarkan anggota bahwa pendidikan koperasi memang sangat dibutuhkan," katanya.
Totok juga mengungkapkan tantangan yang kini dihadapi pengurus koperasi, yakni memenuhi kebutuhan anggota, terutama penyediaan bahan pokok seperti minyak goreng yang belakangan mengalami kenaikan harga dan pasokan yang terbatas.
"Permintaan anggota belum semuanya bisa kami penuhi, terutama soal minyak goreng yang sekarang agak sulit dan harganya cenderung naik. Ini menjadi beban pengurus untuk memenuhi kebutuhan anggota," ujarnya.
Melalui program pendidikan ini, LAPENKOPDA Kota Surabaya berharap pengurus dan anggota koperasi tidak hanya memahami regulasi serta administrasi, tetapi juga mampu menerapkan prinsip-prinsip koperasi dalam aktivitas sehari-hari. Dengan SDM yang semakin kompeten, Koperasi Merah Putih diharapkan tumbuh lebih profesional, memperkuat ekonomi anggota, serta menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat di Kota Surabaya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
