Sementara itu, sebanyak 32 anak usia 0 hingga 10 tahun masih menjalani Antiretroviral Therapy (ARV) secara rutin. Terapi ini merupakan pengobatan yang bertujuan menekan perkembangan virus HIV sehingga kualitas hidup penyintas tetap terjaga.
Dinkes Kabupaten Sidoarjo mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Warga diminta selalu mengacu pada data resmi dari instansi pemerintah agar tidak memicu keresahan maupun memperkuat stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHIV).
Menurut Dinkes, penyebaran informasi yang akurat sangat penting agar upaya pencegahan, deteksi dini, dan pendampingan terhadap penyintas HIV/AIDS dapat berjalan secara efektif tanpa menimbulkan diskriminasi di masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
