Pada The 10th World Cup Woodball 2026, para atlet akan bertanding di sejumlah nomor bergengsi, mulai dari single stroke, team stroke, double stroke putra dan putri, double fairway putra dan putri, hingga mixed stroke serta mixed fairway.
Menghadapi persaingan internasional, para atlet telah menjalani pemusatan latihan di Sidoarjo. Program latihan difokuskan pada peningkatan teknik sekaligus adaptasi terhadap karakter lapangan yang akan digunakan di Malaysia.
Nurul menjelaskan, kondisi arena pertandingan menjadi tantangan tersendiri. Berbeda dengan lapangan latihan di Indonesia yang cenderung datar, kejuaraan dunia nanti akan digelar di kawasan lapangan golf dengan kontur yang lebih bervariasi.
"Adik-adik benar-benar mempersiapkan diri. Mudah-mudahan nanti bisa cepat menyesuaikan diri karena kondisi lapangannya berbeda. Di sini kita memiliki lapangan yang datar, sedangkan di sana menggunakan lapangan golf," katanya.
Ia optimistis para atlet mampu beradaptasi dengan cepat sehingga dapat menampilkan performa terbaik demi mengharumkan nama Indonesia di ajang dunia.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua KONI Jawa Timur, Deddy Suhajadi. Ia mengapresiasi pencapaian woodball Jatim yang kembali menjadi juara umum Kejurnas sekaligus menjadi penyumbang atlet terbanyak bagi Timnas Indonesia.
Menurut Deddy, keberhasilan tersebut menjadi bukti pembinaan atlet di Jawa Timur berjalan dengan baik. Namun, ia mengingatkan bahwa ketika mengenakan seragam Merah Putih, seluruh atlet harus mengutamakan kekompakan dan kerja sama tanpa lagi membawa identitas daerah.
"Harus menjalin konektivitas dengan atlet dari daerah lain karena sekarang sudah mewakili Merah Putih. Kebersamaan harus dibangun sejak sebelum pertandingan agar chemistry dalam tim semakin kuat," ujarnya.
Deddy berharap lima atlet asal Jawa Timur mampu tampil maksimal dan memberikan kontribusi besar bagi Indonesia. Ia optimistis semangat juang, persiapan matang, serta kekompakan tim dapat menjadi modal penting untuk meraih prestasi pada The 10th World Cup Woodball 2026 di Malaysia.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
