Menurutnya, pihak madrasah berkomitmen menghadirkan fasilitas yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta. Bahkan, sejumlah guru MA-UWH turut terlibat sebagai panitia lokal Muktamar ke-35 NU.
Enam Titik Penginapan Disiapkan untuk 3.370 Peserta
Ketua Umum Yayasan PPBU sekaligus Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh, menjelaskan panitia menerapkan konsep akomodasi terpadu dengan memanfaatkan gedung-gedung pendidikan di lingkungan pesantren serta lembaga pendidikan mitra.
Sebanyak enam titik penginapan telah disiapkan dengan kapasitas sekitar 3.370 peserta. Seluruh lokasi telah melalui survei dan memperoleh persetujuan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Secara keseluruhan, panitia menyiapkan 314 ruangan yang tersebar di 16 gedung sekolah dan kampus.
Fasilitas tersebut meliputi MA Unggulan KH Abdul Wahab Hasbullah, kompleks MMA Enam Tahun Kampus 1, 2, dan 3, MI Bahrul Ulum, MAN 3 Tambakberas dengan 62 ruangan, serta MTsN 3 Tambakberas yang menyediakan 13 ruang ber-AC dan 52 ruang reguler.
Selain itu, Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) juga menyediakan sejumlah gedung, yakni Gedung A, B1, C, F, hingga Rusunawa Gedung D. Sementara IAIBAFA menyiapkan 25 ruangan yang dikhususkan bagi para kiai dan pengurus NU.
"Seluruh lokasi penginapan tersebut terbagi dalam enam titik strategis di sekitar kompleks pesantren. Kelayakan fasilitas telah dipastikan melalui survei langsung oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)," kata KH Abdurrozaq.
Santri Belajar Daring dan Sebagian Menjadi Relawan
Selama kompleks pesantren menjadi pusat pelaksanaan Muktamar NU, kegiatan belajar santri dialihkan secara daring selama 11 hari, mulai 20 hingga 31 Agustus 2026.
Tak hanya mengikuti pembelajaran secara online dari asrama, sebagian santri juga akan dilibatkan sebagai relawan untuk membantu kelancaran pelaksanaan muktamar.
"Santri Tambakberas ini ribuan. Nah, selama muktamar mereka melakukan pembelajaran secara daring di asrama," ujarnya.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Pesantren yang berdiri sejak 1825 tersebut terus mematangkan persiapan, mulai dari infrastruktur, akomodasi peserta, hingga kesiapan sumber daya manusia demi menyukseskan agenda lima tahunan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
