AHY Resmikan Kawasan Permukiman Kumuh yang Ditata di Gresik

Lukman Hakim
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyapa warga meresmikan kawasan permukiman di Gresik. (Foto : istimewa).

GRESIK, iNewsSurabaya.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan kawasan permukiman hasil Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (TPKT) Tahun Anggaran 2025 di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8/2026).

Program tersebut menata kawasan pesisir seluas 7,11 hektare. Penataan mencakup perbaikan rumah sekaligus pembangunan infrastruktur lingkungan agar kawasan menjadi lebih layak huni.

AHY menegaskan, penanganan kawasan kumuh tidak bisa dilakukan secara sektoral. Menurutnya, dibutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha agar tercipta permukiman yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

"Harus semakin maju, bukan hanya semakin sejahtera, tetapi juga semakin asri. Semua itu dimulai dari rumah dan keluarga kita di seluruh wilayah Indonesia," kata AHY.

Di Desa Campurejo, sebanyak 166 unit rumah ditangani melalui skema pembiayaan kolaboratif. Sebanyak 145 unit dibiayai melalui DAK TPKT, terdiri atas 102 rumah baru dan 43 rumah tidak layak huni (RTLH) yang direhabilitasi.

Sementara itu, 21 unit rumah lainnya dibangun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk dukungan dari Habitat for Humanity.

Menurut AHY, pola pendanaan tersebut dapat menjadi model percepatan pengentasan kawasan kumuh di berbagai daerah karena melibatkan berbagai pihak.

"Ini merupakan bukti nyata negara hadir. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian teknis, hingga mitra pembangunan bekerja bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Selain perbaikan rumah, pemerintah juga membangun berbagai infrastruktur dasar. Di antaranya jalan lingkungan, drainase, jaringan air bersih, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik, serta Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

Saat meninjau kawasan, AHY memastikan langsung ketersediaan air bersih dengan membuka keran di salah satu rumah warga. Ia mengaku terkesan melihat perubahan kondisi permukiman.

"Foto sebelum dan sesudahnya menunjukkan perubahan yang sangat besar. Bukan hanya rumahnya yang berubah, tetapi juga lingkungan dan fasilitas pendukungnya menjadi lebih tertata," ungkapnya.

Jawa Timur (Jatim) menjadi salah satu daerah prioritas pelaksanaan DAK TPKT 2025. Selain di Gresik, program serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Lumajang, Madiun, Mojokerto, dan Pasuruan.

AHY berharap penataan kawasan di Desa Campurejo dapat menjadi contoh nasional dalam revitalisasi permukiman kumuh, khususnya di wilayah pesisir.

"Saya berharap kawasan ini dijaga dengan baik. Kebersihan, ketertiban, dan keindahannya harus terus dipertahankan agar menjadi contoh bagi daerah lain," pungkasnya.

Peresmian ini turut dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Dalam kesempatan itu, AHY juga menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada warga penerima manfaat.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network