Bukan Cuma Pintar, Ini Strategi Siswa Jatim Tembus Kampus di Inggris

Andika
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Peluang pelajar Jawa Timur (Jatim) untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Inggris semakin terbuka. Tak hanya mengandalkan kemampuan akademik, calon mahasiswa juga perlu memahami sistem penerimaan, jalur pendidikan, hingga peluang beasiswa.

Hal tersebut menjadi salah satu materi dalam sosialisasi pendaftaran perguruan tinggi di United Kingdom (UK) yang digelar Pemerintah Provinsi Jatim bersama Universities and Colleges Admissions Service (UCAS), Kedutaan Besar Inggris, dan British Council Indonesia di SMAN 5 Surabaya, Rabu (16/9/2026).

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan motivasi kepada ratusan siswa kelas XII.

Emil mengatakan, kemampuan akademik bukan satu-satunya modal untuk menembus perguruan tinggi di luar negeri. Siswa juga harus memahami mekanisme penerimaan, memetakan jalur pendidikan, serta mengetahui persyaratan kampus sejak dini.

Menurutnya, kehadiran UCAS memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh gambaran langsung mengenai proses pendaftaran perguruan tinggi di Inggris yang memiliki tingkat persaingan global.

“Persaingannya kan dari seluruh dunia. Harapannya calon mahasiswa dari Indonesia, khususnya Jatim, bisa lebih memahami liku-likunya dan sukses mendaftar,” ujar Emil.

Emil menjelaskan, jalur masuk perguruan tinggi di Inggris dapat berbeda, tergantung pada kurikulum pendidikan yang ditempuh calon mahasiswa.

“Lulusan program International Baccalaureate (IB), seperti siswa SMA Cita Hati, pada umumnya dapat langsung melanjutkan ke tahun pertama perkuliahan,” terangnya.

Sementara itu, kata dia, lulusan sekolah dengan kurikulum nasional, seperti SMAN 5 Surabaya, secara umum perlu menempuh tahapan matrikulasi atau program foundation sebelum memasuki jenjang sarjana di sejumlah perguruan tinggi Inggris.

Karena itu, Emil mengingatkan siswa agar tidak menunggu hingga lulus untuk menentukan strategi pendidikan. Pemetaan jalur pendidikan dan persyaratan kampus perlu dilakukan sejak awal. “Sehingga siswa memiliki waktu untuk mempersiapkan dokumen, kemampuan akademik, serta persyaratan lainnya,” ungkapnya.

Emil menegaskan, sosialisasi tersebut bukan berarti Pemprov Jatim mendorong seluruh siswa untuk melanjutkan kuliah ke Inggris. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan dan pilihan pendidikan serta karier akademik bagi generasi muda.

“Siswa tetap memiliki keleluasaan menentukan skema pendidikan sesuai rencana masing-masing. Mereka dapat menyelesaikan pendidikan sarjana di Indonesia sebelum melanjutkan studi magister ke luar negeri,” terangnya.

Selain jalur masuk, pembiayaan juga menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan. Emil mendorong siswa aktif mencari informasi mengenai berbagai program beasiswa untuk membantu mengurangi beban biaya pendidikan di luar negeri.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network