Dari Tugas Sejarah Jadi Buku, Siswa SMA Negeri 22 Surabaya Asah Literasi dan Riset

Andika
Siswa SMA Negeri 22 Surabaya menuangkan riset sejarah dalam buku. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tugas sejarah tak hanya berakhir di lembar jawaban. Sejumlah siswa SMA Negeri 22 Surabaya justru mengubah hasil riset dan pemikiran mereka menjadi karya buku.

Buku tersebut lahir dari proyek pembelajaran yang memadukan materi sejarah dengan kemampuan menulis artikel. Para siswa ditantang mencari informasi, melakukan riset, mengolah data, kemudian menuangkannya dalam tulisan yang memiliki nilai jurnalistik.

Guru SMA Negeri 22 Surabaya, Aries Eka Prasetya, mengatakan proyek tersebut dirancang agar pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi di kelas. Siswa juga didorong untuk bernalar dan mengembangkan kemampuan literasi.

“Ketika saya memberikan pembelajaran kepada siswa, itu tidak serta-merta hanya materi yang disampaikan. Saya minta juga siswa bisa menalar, literasinya bisa berjalan,” ujar Aries, Senin (14/9/2026).

Proyek tersebut menghasilkan buku dengan konsep trilogi. Isinya menggambarkan perjalanan sejarah dari zaman Islam, masa kolonialisme dan perjuangan bangsa, hingga periode kemerdekaan.

Untuk siswa kelas 12, dari enam kelas yang dibimbing Aries, dipilih delapan karya terbaik untuk dimasukkan ke dalam buku. Penilaian mencakup kualitas tulisan, gaya penyampaian, serta nilai jurnalistik artikel.

“Alhamdulillah tugas-tugas ini bagus. Kalau dari segi jurnalistik yang saya pahami, gaya penyampaian dan gaya penulisannya sudah memenuhi untuk sebuah artikel dalam buku,” katanya.

Sementara itu, siswa kelas 11 juga mendapat kesempatan menuangkan karya mereka. Dari 10 kelas yang diajar, setiap kelas dipilih karya terbaik berdasarkan nilai, kualitas tulisan, dan keterbacaan.

Salah satu siswa yang ikut menyumbangkan karya adalah Jessey Dwiwira. Ia menulis artikel berjudul Menjaga Republik dari Yogyakarta untuk Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.

Bagi Jessey, proses menyusun tulisan tidak selalu mudah. Ia harus mencari berbagai sumber dan menyusun informasi menjadi artikel yang runtut.

Dalam proses tersebut, Jessey mengaku menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu sumber bantuan. Namun, informasi yang diperoleh tidak langsung disalin.

“Saya memang mengambil dari AI, tapi saya ubah menjadi kata-kata saya sendiri. Saya tuangkan informasi dalam pikiran saya sehingga saya dapat menuangkan apa yang saya pikirkan ke dalam artikel,” tutur Jessey.

Ia juga menyesuaikan kembali susunan kalimat dan penggunaan bahasa baku agar tulisan yang dihasilkan sesuai dengan karakter artikel yang dibuatnya.

Pengalaman berbeda dirasakan Syifa Alvionita. Siswa tersebut sudah terbiasa membuat karya tulis ilmiah karena pernah mengikuti lomba penelitian.

Syifa mengatakan proses menyusun artikel bisa dilakukan sekitar satu hari. Namun, bahan tulisan telah dikumpulkan jauh sebelumnya dari berbagai sumber, termasuk jurnal ilmiah melalui Google Scholar.

“Saya kumpulkan materinya, kemudian saya gabungkan menjadi satu. Lalu saya bentuk poin-poin dan saya susun menjadi artikel dalam satu hari,” kata Syifa.

Untuk memperbaiki kemampuan menulis, ia juga mencari referensi melalui media sosial, termasuk video tutorial mengenai teknik menyusun artikel.

Aries mengatakan proyek penulisan buku tersebut akan terus dikembangkan. Tema yang diangkat nantinya tidak hanya sejarah, tetapi juga persoalan yang dekat dengan kehidupan siswa.

Beberapa tema yang disiapkan antara lain teknologi, inovasi pembelajaran, kehidupan sosial, hingga kontribusi generasi muda dalam mengisi kemerdekaan.

Pengembangan tersebut direncanakan pada semester genap, ketika materi kelas 12 mulai memasuki pembahasan reformasi dan perkembangan teknologi.

“Ke depannya mungkin karya mereka membuat artikel berkaitan dengan inovasi pembelajaran, teknologi dalam kehidupan sehari-hari, atau bagaimana seorang pemuda bisa berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan,” ungkapnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network