Artinya, setiap pertandingan di Surabaya memiliki arti penting. Tim yang ingin melangkah lebih jauh harus mampu menjaga konsistensi sekaligus memperlihatkan mental kuat ketika menghadapi tekanan pertandingan.
Okezone juga membawa misi lain dalam penyelenggaraan turnamen futsal tingkat pelajar ini. Selain mencari tim terbaik, kompetisi tersebut dimanfaatkan untuk menemukan pemain-pemain muda yang mempunyai potensi besar.
Talent scouting dilibatkan untuk memantau performa pemain selama pertandingan. Pemain dengan kemampuan dan prospek menonjol berpeluang mendapat perhatian lebih untuk pengembangan karier selanjutnya.
“Kami harapkan event ini bisa mencari talenta-talenta atlet muda potensial yang nantinya semoga bisa berkontribusi juga pada perkembangan olahraga futsal Indonesia,” kata Masirom.
Kehadiran kompetisi ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sherlita Ratna Dewi Agustin menilai turnamen antarsekolah seperti ini memberikan ruang positif bagi pelajar untuk menyalurkan energi sekaligus mengembangkan bakat olahraga.
Menurutnya, futsal bukan hanya permainan untuk menentukan pemenang dan pecundang. Dari olahraga, pelajar dapat belajar mengenai kedisiplinan, kerja sama tim, sportivitas serta keberanian mengambil keputusan.
“Kami sangat berterima kasih atas apa yang dilakukan Okezone sebagai bentuk atau upaya memberi ruang kepada adik-adik kita menyalurkan energinya yang luar biasa melalui kegiatan futsal,” ujar Sherlita.
Dia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga yang mampu membuka ruang pengembangan bagi generasi muda.
“Salam semangat dari Gubernur untuk adik-adik semua yang bertanding dalam Okezone National Futsal Championship,” katanya.
Menariknya, performa pemain dalam turnamen ini tidak hanya dinilai berdasarkan hasil akhir pertandingan. Perkembangan pemain juga dapat dipantau melalui data statistik yang dihimpun selama kompetisi.
Okezone bekerja sama dengan laman statistik Futscore untuk mencatat berbagai data pertandingan. Informasi tersebut dapat menjadi salah satu gambaran mengenai performa pemain sepanjang turnamen.
Kompetisi ini juga terafiliasi dengan Federasi Futsal Indonesia. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan membuat ajang futsal pelajar tidak berhenti sebagai pertandingan antarsekolah, tetapi ikut mendukung proses pencarian serta pembinaan talenta muda.
Bagi 24 tim yang bertanding di GOR Unesa, dua hari kompetisi menjadi momen untuk memberikan penampilan terbaik. Setiap gol, penyelamatan, umpan dan keputusan di lapangan bisa menjadi pembeda antara melanjutkan perjalanan atau harus mengakhiri persaingan.
Dari lapangan futsal GOR Unesa Surabaya, para pemain muda kini mulai memburu satu tujuan: tiket menuju grand final Okezone National Championship 2026 di Jakarta.
Persaingan pun bukan lagi sekadar soal siapa yang paling kuat. Bisa jadi, dari 24 tim yang bertanding, lahir nama-nama baru yang kelak menjadi bagian penting dari masa depan futsal Indonesia.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
