Singapura Jadi Contoh Riset Ilmiah, UWP Ungkap Kekayaan Intelektual Bisa Bikin Negara Maju

Arif Ardliyanto
UWP mendorong dosen dan mahasiswa mengubah hasil riset menjadi paten melalui workshop drafting dan pendampingan kekayaan intelektual di Surabaya. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, hasil riset dituntut mampu menjawab persoalan masyarakat sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Hal inilah yang didorong Universitas Wijaya Putra (UWP) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). UWP menggelar Workshop Drafting dan Pendampingan Paten di Hotel Kampi, Surabaya, sebagai upaya memperkuat kemampuan dosen dan mahasiswa dalam melindungi sekaligus mengembangkan hasil inovasi mereka.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen UWP mewujudkan visi sebagai Kampus Sociopreneur. Riset yang dihasilkan dari lingkungan kampus diharapkan tidak berhenti pada laporan penelitian atau publikasi, tetapi dapat berkembang menjadi inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, industri, maupun komunitas.


UWP mendorong dosen dan mahasiswa mengubah hasil riset menjadi paten melalui workshop drafting dan pendampingan kekayaan intelektual di Surabaya. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Workshop menghadirkan Dr. Ir. Mohammad Zainudin, M.Eng., Pemeriksa Paten Ahli Utama Direktorat Paten, DTLST & Rahasia Dagang, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia. Kegiatan dipandu Dr. Nur Irmayanti, S.Psi., M.Psi., Kepala Sentra Kekayaan Intelektual, Publikasi dan Sistem Informasi LPPM UWP.

Dalam pemaparannya, Dr. Zainudin mengungkapkan bahwa kekuatan sebuah negara tidak selalu ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam. Ia mencontohkan Singapura yang memiliki keterbatasan sumber daya alam, tetapi mampu berkembang menjadi negara maju dengan mengandalkan kualitas sumber daya manusia dan kekayaan intelektual.

Menurutnya, kekayaan intelektual dapat menjadi salah satu modal penting untuk meningkatkan daya saing sebuah negara.

“Hal inilah yang masih belum dikembangkan di Indonesia, sebab Indonesia masih sebatas sebagai target pasar,” ujar Dr. Zainudin.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network