SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pelanggan mungkin tidak tahu siapa pemilik sebuah hotel, jarang bertemu direktur perusahaan, bahkan belum tentu mengenal sosok di balik sebuah merek. Namun, ada satu hal yang biasanya melekat dalam ingatan mereka: cara sebuah perusahaan memperlakukan pelanggan.
Sapaan receptionist, keramahan waiter, ketelitian teller hingga respons petugas customer service bisa menjadi pengalaman kecil yang menentukan bagaimana seseorang memandang sebuah perusahaan.
Persoalan inilah yang menjadi perhatian Mohamad Yusak Anshori. Melalui buku terbarunya berjudul The Front Liner: Membangun Reputasi Melalui Front Liner, ia mengajak pembaca melihat pekerja di garis depan bukan sekadar karyawan yang menjalankan tugas, tetapi sebagai sosok yang secara langsung membawa wajah perusahaan di hadapan pelanggan.
Buku yang diterbitkan Deepublish pada 2026 itu diluncurkan dalam acara Prime Conference di Lantai M, PrimeBiz Hotel Surabaya, Rabu (19/8/2026).
Yusak mengatakan, gagasan dalam buku tersebut banyak dipengaruhi pengalaman dan pengamatannya selama berkecimpung di dunia hospitality. Meski berangkat dari industri perhotelan, pemikirannya dapat diterapkan lebih luas pada berbagai bidang yang berhubungan langsung dengan pelanggan.
“Bagi pelanggan, front liner bukan sekadar bekerja untuk perusahaan. Pada saat berhadapan dengan pelanggan, dialah perusahaan,” kata Yusak.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
