SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Segmen Multi-Purpose Vehicle (MPV) dan Small Sport Utility Vehicle (SUV) menjadi salah satu penopang pertumbuhan pasar otomotif Jawa Timur (Jatim) sepanjang Januari-Juli 2026.
Penjualan kedua segmen tersebut tumbuh di tengah penurunan sejumlah kategori kendaraan lainnya. Penjualan MPV meningkat 15,71 persen, dari 5.645 unit pada Januari-Juli 2025 menjadi 6.532 unit pada periode yang sama 2026. Sementara itu, penjualan Small SUV tumbuh lebih tinggi, yakni 43,78 persen, dari 2.179 unit menjadi sekitar 3.133 unit.
Pertumbuhan tersebut terjadi ketika total pasar otomotif Jatim mencapai 61.536 unit, naik 13,64 persen dibandingkan periode Januari-Juli 2025 yang mencapai 54.152 unit.
Kinerja MPV dan Small SUV berbanding terbalik dengan sejumlah segmen lainnya. Penjualan Low MPV turun 7,78 persen, dari 7.587 unit menjadi 6.997 unit.
Penjualan Low SUV juga turun 17,64 persen, dari 4.806 unit menjadi 3.958 unit. Sementara Medium SUV turun 21,54 persen, dari 3.008 unit menjadi 2.360 unit.
Penurunan juga terjadi pada kategori SUV lainnya. Penjualan SUV turun 24,62 persen, dari 2.185 unit menjadi 1.647 unit. Luxury SUV turun 21,43 persen, dari 182 unit menjadi 143 unit.
Di luar MPV dan Small SUV, pertumbuhan tertinggi dicatat kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Penjualannya melonjak 177,23 persen, dari 3.527 unit menjadi 9.778 unit.
Sebaliknya, sejumlah segmen kendaraan mengalami penurunan cukup dalam. Penjualan Low Cost Green Car (LCGC) turun 25,95 persen, dari 7.579 unit menjadi 5.612 unit.
City Car turun 16,67 persen, dari 570 unit menjadi 475 unit. Upper High MPV turun 45,38 persen, dari 476 unit menjadi 260 unit. Segmen sedan juga mengalami tekanan. Penjualan Mini, Small, Medium Sedan turun 29,13 persen, dari 103 unit menjadi 73 unit.
Luxury Sedan turun 51,35 persen, dari 74 unit menjadi 36 unit. Sport Sedan turun 44,07 persen, dari 59 unit menjadi 33 unit. Sementara penjualan Hatchback anjlok 72,07 persen, dari 487 unit menjadi 136 unit.
Sementara itu, total participating market tercatat 24.684 unit. Angka tersebut turun 13,58 persen dibandingkan 28.563 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah pertumbuhan pasar tersebut, kinerja Suzuki di Jatim juga menunjukkan peningkatan.
GM Buana Indomobil Trada (BIT) Jatim, Agus Henryanto Tan, mengatakan pangsa pasar Suzuki di Jatim meningkat dari 7,3 persen pada 2025 menjadi 11,2 persen pada 2026. Artinya, terdapat kenaikan sekitar 3,9 poin persentase.
Menurut Agus, peningkatan tersebut salah satunya didorong penjualan Suzuki New Carry. Model pikap tersebut memiliki pangsa pasar sekitar 58 persen di Jatim.
Di segmen mobil penumpang, Suzuki Fronx disebut menguasai sekitar 50 persen pangsa pasar di kelasnya. Sementara Suzuki XL7 memiliki pangsa pasar sekitar 43 persen di segmen SUV.
“Begitu juga dengan Suzuki S-Presso, Grand Vitara, APV, Ertiga dan Jimny masih tetap diminati pasar di segmennya,” ujar Agus, Kamis (27/8/2026).
Senior Area Sales Manager PT United Motors Center (UMC), Wiyarso Adiwibowo, mengatakan pasar Suzuki di Jatim terus mengalami peningkatan. “Capaian penjualan UMC sendiri sampai saat ini sudah mencapai 92 persen dari target,” katanya.
Sementara itu, Sales 4W Department Head Suzuki Indomobil Sales (SIS), Rendy Anggadiputra, mengatakan Jatim menjadi kontributor penjualan mobil Suzuki terbesar kedua setelah Jabodetabek sepanjang Januari-Juli 2026.
Kontribusi Jatim mencapai sekitar 12 persen dari total penjualan ritel Suzuki secara nasional. “Penjualan ritel Suzuki di Jatim mencapai lebih dari 5.000 unit, atau tumbuh signifikan sebesar 62 persen year on year dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Rendy.
Pertumbuhan tersebut turut ditopang Suzuki Fronx yang penjualannya meningkat 219 persen secara tahunan. Sementara penjualan Suzuki XL7 tumbuh 12 persen.
Adapun Suzuki New Carry menjadi model dengan kontribusi terbesar terhadap penjualan ritel Suzuki di Jatim, yakni mencapai 55 persen.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
