SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persebaya Surabaya akhirnya menutup rangkaian pemusatan latihan di Thailand. Selama sembilan hari, skuad Bajol Ijo menjalani latihan intensif sekaligus pertandingan uji coba sebagai persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Pemusatan latihan yang berlangsung sejak Selasa (18/8) itu menjadi bagian dari persiapan Persebaya setelah sebelumnya meraih gelar juara Piala Presiden 2026.
Sebanyak 25 pemain dibawa dalam agenda tersebut. Selain menjaga kebugaran, tim pelatih memanfaatkan waktu di Thailand untuk membangun kekompakan serta memperkuat pemahaman pemain terhadap pola permainan yang akan digunakan pada musim baru.
Sesi latihan terakhir digelar pada Rabu (26/8). Para pemain menjalani sejumlah menu dengan intensitas yang disesuaikan, mulai dari penguatan fisik, permainan dalam kelompok, hingga penerapan prinsip permainan tim.
Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, mengatakan program latihan di Thailand pada dasarnya tetap mengacu pada metodologi yang sudah diterapkan tim ketika berada di Surabaya.
"Dari sisi metodologi, program di Thailand tidak jauh berbeda dengan yang kami jalankan di Surabaya. Kami tetap berlatih dengan prinsip yang sama dan memperhatikan aspek pencegahan cedera," ujar Diogo.
Menurut Diogo, penyesuaian justru dilakukan pada volume dan frekuensi latihan. Padatnya agenda pramusim membuat tim pelatih harus mengatur beban latihan agar tetap sejalan dengan jumlah pertandingan yang dijalani pemain.
"Yang mungkin berubah adalah volume latihan dan jumlah sesi. Di Surabaya, kami beberapa kali menjalani latihan ganda atau double session. Selama di Thailand, frekuensinya lebih banyak karena kami juga memiliki lebih banyak pertandingan selama pramusim dan pemusatan latihan," katanya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
