Bos dan Profesional Wajib Tahu, Ini Perubahan Kebutuhan Laptop di Era Kerja Hybrid

Arif Ardliyanto
Kebutuhan laptop bisnis berubah di era kerja hybrid. AI, keamanan data, mobilitas, konektivitas hingga kapasitas perangkat kini menjadi pertimbangan utama. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

Prosesor tersebut membawa neural processing unit (NPU) hingga 50 TOPS. Keberadaan NPU memungkinkan sebagian pekerjaan AI diproses secara lebih efisien tanpa seluruh beban harus ditangani CPU.

Bagi pekerja bisnis, kemampuan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai aktivitas seperti pengolahan data, aplikasi produktivitas, hingga fitur AI yang terintegrasi dalam perangkat lunak.

Kapasitas memori juga menjadi perhatian karena jenis pekerjaan bisnis semakin banyak melibatkan data berukuran besar. Laptop ini memiliki dua slot SO-DIMM dengan dukungan RAM hingga 96GB DDR5 5600 MT/s.

Penyimpanan menggunakan dua slot M.2 PCIe 4.0 dengan kapasitas total hingga 3TB. Fleksibilitas tersebut memungkinkan pengguna menyesuaikan kapasitas perangkat ketika kebutuhan data bertambah tanpa harus segera mengganti laptop.

Penggunaan AI pada laptop bisnis tidak hanya berkaitan dengan kemampuan perangkat keras. Fitur berbasis AI juga mulai diarahkan untuk membantu pekerjaan yang selama ini menghabiskan waktu pekerja.

ExpertBook P5 G2 membawa ASUS MyExpert yang menyediakan sejumlah fungsi berbasis AI, termasuk bantuan penulisan, pengelolaan email, dan peringkasan hasil rapat.

Dalam aktivitas kerja hybrid, kemampuan tersebut dapat membantu mengurangi pekerjaan administratif. Hasil rapat, misalnya, dapat diringkas sehingga pekerja tidak harus mencatat ulang seluruh pembahasan setelah pertemuan selesai.

Untuk komunikasi jarak jauh, tersedia teknologi AI noise-cancelling yang berfungsi mengurangi gangguan suara latar pada mikrofon. Kamera hingga 5MP dengan sensor inframerah juga mendukung kebutuhan konferensi video.

Perangkat ini juga mendukung ekosistem Windows Copilot+ PC sesuai konfigurasi dan dukungan perangkat lunak yang tersedia.

Pilihan Layar Menyesuaikan Karakter Pekerjaan

Kebutuhan profesional terhadap layar laptop juga tidak selalu sama. Pekerja yang banyak mengolah dokumen dan dashboard memiliki kebutuhan berbeda dengan mereka yang berhadapan dengan materi visual.

ExpertBook P5 G2 menggunakan layar 14 inci dengan rasio 16:10 dan tersedia dalam pilihan IPS maupun OLED.

Panel IPS menawarkan resolusi WQXGA 2560 x 1600, tingkat kecerahan hingga 400 nits, cakupan warna 100 persen sRGB, serta refresh rate hingga 144Hz.

Sementara panel OLED menggunakan resolusi WUXGA 1920 x 1200 dengan cakupan warna DCI-P3 100 persen dan karakter kontras yang lebih kuat.

Perbedaan tersebut memberikan pilihan berdasarkan pola penggunaan. Pekerja yang membutuhkan reproduksi warna dapat mempertimbangkan karakter OLED, sedangkan penggunaan yang lebih banyak berkutat pada dokumen, dashboard, dan aplikasi dengan pergerakan tampilan dapat memanfaatkan refresh rate tinggi pada panel IPS.

Laptop Ringan Tetap Dibutuhkan untuk Kerja Hybrid

Mobilitas menjadi persoalan lain yang semakin penting ketika kantor tidak lagi menjadi satu-satunya tempat bekerja.

ExpertBook P5 G2 memiliki bobot mulai 1,27 kilogram. Perangkat tersebut juga melewati pengujian berdasarkan standar MIL-STD-810H yang berkaitan dengan ketahanan perangkat terhadap berbagai kondisi penggunaan.

Untuk pekerja yang memiliki mobilitas tinggi, daya tahan baterai turut menjadi pertimbangan. Konfigurasi tertentu membawa baterai hingga 70Wh dengan klaim daya tahan sampai 22,5 jam dalam pengujian penggunaan aplikasi perkantoran pada kondisi tertentu.

Dari sisi konektivitas, perangkat menyediakan sejumlah port fisik seperti USB4 Type-C, USB Type-C, USB Type-A, HDMI 2.1, jack audio, RJ45 LAN, dan Kensington Lock.

Ketersediaan port tersebut menjadi relevan bagi pekerja yang harus berpindah antara ruang rapat, kantor, maupun lokasi kerja lain dan tetap membutuhkan koneksi ke jaringan kabel, proyektor atau perangkat eksternal.

Keamanan Data Jadi Bagian Penting Perangkat Kerja

Bagi perusahaan, laptop bukan sekadar alat untuk menjalankan aplikasi. Perangkat tersebut juga menjadi pintu menuju berbagai informasi internal, dokumen bisnis, komunikasi dan data pelanggan.

Karena itu, aspek keamanan menjadi salah satu pertimbangan ketika perusahaan menentukan perangkat kerja.

ExpertBook P5 G2 membawa sistem keamanan ASUS ExpertGuardian dengan dukungan Windows 11 Secured-core PC, TPM 2.0 dan BIOS yang mengacu pada standar NIST SP 800-155.

Perangkat juga menyediakan sensor sidik jari serta webcam shield untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap akses fisik dan privasi kamera.

ASUS menyebut perangkat mendapatkan dukungan pembaruan firmware selama lima tahun. Bagi perusahaan yang mengelola banyak perangkat, dukungan pembaruan dalam jangka panjang dapat menjadi bagian dari strategi pemeliharaan keamanan sistem.

Eric mengatakan keberhasilan sebuah laptop bisnis pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh daftar spesifikasi yang tercantum di atas kertas.

“Kami ingin ExpertBook P5 G2 tidak hanya unggul di atas kertas, tapi benar-benar terasa dampaknya dalam skenario kerja sehari-hari para profesional dan pemimpin bisnis di Indonesia,” tuturnya.

Spesifikasi ExpertBook P5 G2 PM5406

Secara umum, ExpertBook P5 G2 tersedia dengan sejumlah pilihan prosesor AMD Ryzen AI, mulai Ryzen AI 5 330, Ryzen AI 7 445 hingga Ryzen AI 9 HX 470 untuk konfigurasi tertentu.

Pengolah grafis menggunakan AMD Radeon 820M atau Radeon 840M. Kapasitas RAM dimulai dari 16GB DDR5 dan dapat ditingkatkan hingga 96GB melalui dua slot SO-DIMM.

Sektor penyimpanan menggunakan SSD PCIe 4.0 dengan dua slot M.2, yakni M.2 2280 dan M.2 2230.

Untuk layar, tersedia panel IPS 14 inci WQXGA dengan cakupan warna 100 persen sRGB dan refresh rate hingga 144Hz, serta panel OLED 14 inci WUXGA dengan cakupan warna DCI-P3 100 persen.

Sementara kebutuhan komunikasi didukung kamera FHD atau 5MP dengan IR sesuai konfigurasi, mikrofon array ganda, dua speaker dengan teknologi Dirac, serta AI noise-cancelling.

Konektivitas nirkabel tersedia dalam konfigurasi Wi-Fi 7 maupun Wi-Fi 6, sedangkan bobot perangkat dimulai dari 1,27 kilogram.

Bagi segmen bisnis, ASUS juga menyediakan sejumlah dukungan layanan purnajual yang mencakup perbaikan, layanan di lokasi, garansi komponen tertentu, serta opsi penyimpanan perangkat penyimpanan selama masa layanan sesuai ketentuan.

Perkembangan laptop bisnis tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan perangkat kerja ikut berubah seiring pola kerja yang semakin fleksibel. Performa tetap menjadi dasar, tetapi kemampuan AI, keamanan data, mobilitas, konektivitas dan fleksibilitas peningkatan perangkat kini ikut menentukan apakah sebuah laptop mampu mengikuti kebutuhan bisnis dalam jangka panjang.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network