LCGC dan City Car Menurun, Pasar Mobil Jatim Tetap Tumbuh 13,64 Persen

Lukman Hakim
Dari kiri ke kanan : Director HSC Wendy Mihardja, Presdir HSC Ang Hoey Tiong, Presdir HPM Masanao Kataoka dan Sales & Marketing Director of HPM Yusak Billy saat mengunjungi booth Honda di GIIAS 2026 Surabaya. (Foto : Lukman Hakim).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Penjualan mobil di segmen Low Cost Green Car (LCGC) dan City Car di Jawa Timur (Jatim) mengalami penurunan sepanjang Januari-Juli 2026. 

Berdasarkan data penjualan Januari-Juli 2026, penjualan LCGC di Jatim turun 25,95 persen menjadi 5.612 unit, dari 7.579 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara penjualan City Car terkoreksi 16,67 persen menjadi 475 unit dari 570 unit.

Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy mengatakan, pelemahan penjualan LCGC tidak serta-merta menunjukkan hilangnya permintaan terhadap kendaraan di segmen tersebut.

Menurutnya, sekitar 70 persen konsumen LCGC merupakan pembeli mobil pertama. Kelompok konsumen tersebut masih memiliki kebutuhan terhadap kendaraan, terutama dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan dan kemudahan dalam kepemilikan.

“LCGC itu 70 persen kebanyakan dari first-time buyer. First-time buyer juga masih demand-nya banyak,” ujar Yusak Billy saat ditemui di sela acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Grand City Convention Exhibition (Convex), Sabtu (29/8/2026).

Ia mengatakan, konsumen pembeli mobil pertama umumnya mencari rasa aman atau peace of mind, tidak hanya ketika membeli kendaraan, tetapi juga selama menggunakan, merawat, hingga menjualnya kembali. “Kami akan terus menyesuaikan produk dan layanan dengan kebutuhan konsumen,” terangnya.

Yusak mengatakan, Honda akan terus menghadirkan produk yang relevan sekaligus melakukan penyegaran produk. Penguatan layanan purnajual juga menjadi bagian dari strategi untuk menjaga kepercayaan konsumen. “Jadi kita akan melakukan refreshment atau apa, kita akan lakukan itu,” ujarnya.

Menurut Yusak, layanan after sales menjadi penting karena konsumen membutuhkan kepastian dan kemudahan sepanjang siklus kepemilikan kendaraan, mulai dari pembelian hingga perawatan. “Dia akan mudah untuk membeli, mudah untuk merawat, mudah untuk menjual, dan tidak akan ada rasa takut,” ujarnya.

Di tengah tekanan segmen LCGC, Honda Brio masih menjadi salah satu model utama yang menopang penjualan Honda di kawasan Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara. Yusak menyebut kontribusi Brio terhadap penjualan Honda saat ini masih berada di kisaran 50 persen. “Masih sekarang, masih. Sekitar 50 persen,” katanya.

Data Honda Surabaya Center menunjukkan penjualan mobil Honda di wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 3.613 unit. Angka tersebut melampaui target awal periode yang ditetapkan sebanyak 3.161 unit.

Honda Brio Satya menjadi salah satu kontributor terbesar dengan penjualan 1.717 unit dan pangsa pasar 30,60 persen. Jika digabung dengan Brio RS, total penjualan lini Brio mencapai 1.908 unit.

Selain Brio, Honda HR-V mencatat penjualan 999 unit dengan pangsa pasar 42,33 persen di kelasnya. Honda WR-V terjual 438 unit, BR-V 146 unit, CR-V 68 unit, City Hatchback RS 21 unit, Civic 8 unit, dan Honda STEP WGN e:HEV sebanyak 25 unit.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network