CFD Taman Bungkul: Jalan Santai, Jajan UMKM, hingga Mendengar Cerita Warga

Lukman Hakim
Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia (PRI) Muhammad Nazaruddin (kiri) di Taman Bungkul Surabaya. (Foto : Lukman Hakim).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana Car Free Day (CFD) Taman Bungkul Surabaya, Minggu (30/8/2026), dimanfaatkan Ketua Umum (Ketum) Partai Rakyat Indonesia (PRI) Muhammad Nazaruddin untuk menyapa warga secara langsung.

Mengenakan atribut PRI, Nazaruddin berjalan menyusuri kawasan CFD bersama sejumlah pengurus partai. Tak hanya berolahraga dan menikmati suasana akhir pekan, ia juga menyempatkan diri mampir ke sejumlah lapak UMKM, melihat produk yang dijajakan, hingga berbincang dengan masyarakat.

Bagi Nazaruddin, aktivitas tersebut menjadi cara sederhana untuk mendengar langsung cerita dan kebutuhan masyarakat tanpa harus menunggu pertemuan formal.

“Kami ingin melihat makanan-makanan UMKM, jajanan-jajanan, terus juga mendengarkan apa keluhan-keluhan masyarakat yang perlu disampaikan ke pemerintah,” ujar Nazaruddin.

Ia mengatakan, interaksi langsung dengan masyarakat penting untuk mengetahui kondisi yang dihadapi warga dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pemerintah harus memastikan berbagai kebijakan dan pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Pemerintah akan selalu hadir dan harus hadir melayani semua masyarakat dengan pelayanan prima. Pemerintah itu ada karena adanya rakyat Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah persoalan juga disampaikan masyarakat kepada Nazaruddin. Di antaranya terkait fasilitas umum yang masih membutuhkan perbaikan serta persoalan sengketa lahan yang telah berlangsung cukup lama.

Menurut Nazaruddin, persoalan seperti itu perlu mendapatkan perhatian agar masyarakat memperoleh kepastian dan dapat menjalani kehidupan dengan lebih nyaman.

“Keluhannya salah satunya memang banyak tempat-tempat fasilitas umum yang perlu diperbaiki. Terus ada beberapa terkait masalah sengketa-sengketa lahan,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah perlu hadir memberikan solusi, terutama terhadap persoalan masyarakat yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Selain persoalan fasilitas umum dan lahan, Nazaruddin juga menyebut adanya keluhan mengenai sistem desil dalam pendataan masyarakat. Menurutnya, keluhan serupa tidak hanya muncul di Surabaya, tetapi juga ditemukan di sejumlah daerah.

“Keluhan soal desil itu bukan hanya orang Surabaya. Di beberapa tempat juga menyampaikan hal yang sama,” katanya.

Di tengah aktivitas menyapa warga, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi PRI untuk memperkenalkan keberadaan partai kepada masyarakat Surabaya.

Nazaruddin mengatakan PRI saat ini tengah membangun struktur organisasi di Jawa Timur (Jatim).. Struktur partai disebut telah terbentuk di 24 kabupaten/kota hingga tingkat pimpinan anak cabang (PAC). Jumlah tersebut ditargetkan bertambah hingga mencakup seluruh 38 kabupaten/kota di Jatim dalam waktu dekat.

“Kami sedang menyiapkan infrastrukturnya. Targetnya seluruh struktur di 38 kabupaten/kota Jatim dapat segera terbentuk,” katanya.

Nazaruddin menambahkan, kegiatan turun langsung ke masyarakat akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memahami persoalan warga sekaligus memperkenalkan program-program yang didukung PRI.

“Indonesia ke depan harus menjadi negara besar dan kuat. Rakyatnya semua harus sejahtera. Bukan satu dua orang, tapi semua rakyat Indonesia harus sejahtera,” pungkasnya.

Ketua DPD PRI Jatim Syaqif Constantin Arsalan menambahkan, kegiatan di CFD Taman Bungkul tersebut berlangsung secara spontan.

Menurutnya, kegiatan bermula dari keinginan Ketua Umum PRI Muhammad Nazaruddin yang gemar berolahraga. Momen tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berinteraksi langsung dengan warga dan pelaku UMKM.

“Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyapa langsung para pelaku UMKM dengan mengunjungi warung-warung dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar,” kata Syaqif.

Ia menegaskan, turun langsung ke tengah masyarakat menjadi salah satu cara PRI memahami kebutuhan warga, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Menurut Syaqif, UMKM dan ekonomi mikro merupakan salah satu fondasi penting perekonomian Indonesia. Karena itu, PRI ingin memberikan dukungan yang lebih konkret kepada pelaku UMKM, khususnya di Surabaya.

Dukungan tersebut, kata dia, antara lain dilakukan melalui edukasi kewirausahaan serta pendampingan untuk membantu pelaku usaha menghadapi berbagai kendala, termasuk persoalan operasional dan akses perbankan.

“Partai Rakyat Indonesia tidak memberikan janji-janji manis, melainkan berkomitmen memberikan dukungan nyata bagi para pengusaha mikro, kecil, dan menengah,” ujarnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network