Terjawab, Ini Sosok Rais Aam PBNU 2026-2031 Hasil Musyawarah 9 Kiai AHWA

Zainul Arifin
KH Miftachul Akhyar kembali ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031 melalui musyawarah sembilan anggota AHWA dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang. (Foto iNewsSurabaya.id/Zainul).

Sembilan Kiai Masuk Tim AHWA

Musyawarah penetapan Rais Aam dilakukan oleh sembilan kiai yang masuk dalam tim Ahlul Halli wal Aqdi. Mereka merupakan tokoh yang dipercaya menjalankan mekanisme musyawarah untuk menentukan Rais Aam PBNU.

Sembilan anggota AHWA tersebut yakni KH Nurul Huda Djazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, AG Dr KH Baharuddin HS, MA, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, serta Dr KH Abun Bunyamin, MA.

Mereka berkumpul dalam forum tertutup sebelum keputusan mengenai Rais Aam dibawa ke hadapan peserta Muktamar ke-35 NU.

Pemilihan melalui AHWA menjadi bagian dari mekanisme yang disepakati dalam Muktamar ke-35 NU. Forum tersebut memberikan ruang kepada para kiai anggota AHWA untuk bermusyawarah dalam menentukan sosok yang akan memegang posisi Rais Aam PBNU.

AHWA Berlanjut Tentukan Ketua Umum PBNU

Setelah posisi Rais Aam ditetapkan, rangkaian proses pemilihan kepemimpinan PBNU belum sepenuhnya berakhir. Forum AHWA juga dijadwalkan menentukan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.

Sebelumnya, Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan bahwa sidang AHWA digelar secara tertutup. Selain menentukan Rais Aam, anggota AHWA juga memiliki agenda untuk membahas calon Ketua Umum PBNU.

Nama-nama calon Ketua Umum PBNU berasal dari usulan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang memiliki hak suara.

Dari berbagai usulan tersebut, lima nama dengan jumlah dukungan terbanyak akan diserahkan kepada Rais Aam terpilih.

Kelima nama tersebut selanjutnya menjadi bahan pembahasan dalam musyawarah bersama antara Rais Aam dan anggota AHWA.

Dengan ditetapkannya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031, perhatian muktamirin kini beralih pada proses penentuan Ketua Umum PBNU. Keputusan tersebut menjadi tahapan berikutnya yang tak kalah menentukan arah kepemimpinan NU untuk lima tahun mendatang.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network