SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tekanan akademik, tuntutan sosial, hingga perubahan fase kehidupan dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja dan mahasiswa. Jika tidak dikenali sejak awal, persoalan tersebut dapat berkembang menjadi burnout, kesulitan mengelola emosi, bahkan perilaku self-harm.
Isu kesehatan mental tersebut menjadi perhatian STIKES Hang Tuah Surabaya dalam rangkaian Dies Natalis ke-31. Kampus menggelar kuliah pakar yang secara khusus membahas kesehatan mental remaja dan dewasa muda.
Kuliah pakar menghadirkan dr. Andini Dyah Sitawati, Sp.KJ sebagai narasumber. Ia membawakan materi bertajuk “Embracing Mental Health: Navigasi Burnout, Regulasi Emosi, dan Pencegahan Self-Harm di Kalangan Remaja.”
Pembahasan tidak hanya diarahkan pada bagaimana mengenali gangguan kesehatan mental. Mahasiswa juga diajak memahami pentingnya mengenali kondisi diri, mengelola emosi secara adaptif, serta mengetahui kapan seseorang membutuhkan bantuan dari pihak lain.
Menurut dr. Andini, kesehatan mental merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Karena itu, kesadaran untuk mengenali perubahan kondisi psikologis menjadi hal penting, khususnya bagi kelompok remaja dan dewasa muda.
“Kesehatan mental perlu dipahami sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara keseluruhan. Karena itu, penting bagi remaja dan dewasa muda untuk mengenali kondisi dirinya, memahami emosi, serta mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang tidak dapat diatasi sendiri,” ujar dr. Andini.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
