Kompetisi Matematika di Surabaya, Tiga Talenta Beda Usia Melaju ke Grand Final

Lukman Hakim
Kompetisi Matematika di Surabaya, tiga talenta beda usia melaju ke Grand Final. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kompetisi matematika umumnya mempertemukan peserta dalam jenjang pendidikan yang relatif sama. Namun, The Genius Math League 2026 menghadirkan format berbeda.

Dari 86 peserta Regional Offline Competition di Surabaya, tiga peserta berhasil mengamankan tiket menuju Grand Final. Menariknya, ketiganya berasal dari jenjang pendidikan dan rentang usia yang berbeda, yakni 11, 12, dan 22 tahun.

Mereka adalah Ethan Mark Jusuf, siswa kelas 6 SD berusia 11 tahun, Geofrey Alexander Chandra, siswa kelas 7 SMP berusia 12 tahun dan Mohammad Rozi Badrus, mahasiswa S1 berusia 22 tahun.

Ketiganya lolos dalam Regional Offline Competition The Genius Math League 2026 yang digelar di Universitas Pelita Harapan, Surabaya. Mereka selanjutnya akan bertemu finalis dari regional lain dalam Grand Final pada 23-24 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Ethan Mark Jusuf menjadi peserta termuda yang lolos dari Surabaya. Siswa kelas 6 SD Kristen Elyon Surabaya berusia 11 tahun itu bukan pendatang baru dalam kompetisi matematika.

Ia sebelumnya meraih Gold Medal PMWC 2026 dan Juara 1 KMNR 2026. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Ethan untuk menghadapi persaingan di Grand Final yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah dan jenjang pendidikan.

Sedangkan Geofrey Alexander Chandra, 12 tahun, merupakan siswa kelas 7 SMP Kristen Petra 3 Surabaya. Ia juga telah memiliki pengalaman mengikuti berbagai kompetisi matematika.

Salah satunya adalah meraih peringkat keempat OSN tingkat kota pada 2025. Tiket Grand Final menjadi kesempatan bagi Geofrey untuk kembali menguji kemampuan di arena dengan peserta yang memiliki latar belakang lebih beragam.

Sementara itu, Mohammad Rozi Badrus menjadi finalis tertua dari Surabaya. Mahasiswa S1 Tadris Matematika UIN Malang berusia 22 tahun tersebut memiliki pengalaman panjang dalam kompetisi matematika.

Rozi pernah meraih Medali Perak OSN Matematika SMP, 2nd Place Winner Canadian Team Mathematics Contest tingkat internasional pada 2021, serta Gold Medal OASE PTKI II Mathematics pada 2023.

Head of People Engagement & Culture Techconnect (penyelenggara The Genius Math League 2026) Yusnita Febriati mengatakan, The Genius Math League 2026 tidak hanya menguji kemampuan akademik peserta. 

Tantangan yang diberikan juga menuntut kecepatan, ketepatan, fokus, strategi, dan kemampuan memecahkan masalah di bawah tekanan waktu. “Format tersebut memungkinkan peserta dari jenjang berbeda berada dalam arena kompetisi yang sama,” katanya, Senin (7/9/2026).

Dalam format ini, kata dia, siswa SD dapat bersaing dengan siswa SMP maupun mahasiswa tanpa menjadikan usia sebagai ukuran utama kemampuan. Kompetisi ini diselenggarakan TechConnect sebagai bagian dari rangkaian Sinar Mas Digital Day 2026. Sebanyak 86 peserta mengikuti babak regional di Surabaya, dengan tiga peserta terbaik melaju ke Grand Final.

“Secara keseluruhan, para finalis dari berbagai regional akan memperebutkan total hadiah Rp1 miliar dalam babak final di ICE BSD, Tangerang,” terangnya.

Bagi Ethan, Geofrey, dan Rozi, Grand Final menjadi kesempatan untuk kembali menguji kemampuan masing-masing. Mereka membawa pengalaman dan keunggulan yang berbeda, tetapi akan menghadapi tantangan yang sama.

Pada akhirnya, bukan usia atau jenjang pendidikan yang menentukan hasil kompetisi, melainkan kemampuan peserta dalam berpikir cepat, memecahkan persoalan dengan tepat, dan tetap fokus ketika berada di bawah tekanan.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network