Bukan Modal Besar, UMKM Kediri Ini Produksinya Naik 37 Persen Berkat Teknologi Tepat Guna

Arif Ardliyanto
UMKM di Desa Cerme, Kediri, berhasil meningkatkan produksi hingga 37,1 persen setelah mendapat pendampingan teknologi tepat guna dari Universitas Negeri Malang. Foto iNewsSurabaya.id/ist

KEDIRI, iNewsSurabaya.id – Dapur produksi ternyata bisa menjadi titik awal perubahan besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu dibuktikan dua UMKM di Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, yang berhasil meningkatkan kapasitas produksi setelah menerapkan teknologi tepat guna.

Dua usaha tersebut yakni UMKM Kerupuk Sermier dan Keripik Tempe Sagu. Keduanya mendapat pendampingan dari Universitas Negeri Malang (UM) untuk membenahi proses produksi, meningkatkan kualitas, memperkuat pengelolaan usaha, hingga memperluas pemasaran.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat tahun kedua 2026 bertajuk “Optimalisasi Dapur Usaha UMKM Berbasis Olahan Ubi Kayu sebagai Produk Unggulan Kabupaten Kediri untuk Meningkatkan Produktivitas, Branding, dan Pendapatan Usaha.”

Program tersebut diketuai Dr. Dani Irawan, M.Pd., dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, bersama Primasa Minerva Nagari, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Dr. M. Anas Thohir, M.Pd., dan Wulan Trisnawaty, S.Pd., M.Pd.


UMKM di Desa Cerme, Kediri, berhasil meningkatkan produksi hingga 37,1 persen setelah mendapat pendampingan teknologi tepat guna dari Universitas Negeri Malang. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Pelaksanaan program mendapat dukungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri. Pendampingan tidak sebatas memberikan peralatan produksi, tetapi juga membekali pelaku UMKM agar mampu mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkan teknologi secara mandiri.

“Di UMKM Kerupuk Sermier, tim UM menerapkan sejumlah peralatan, antara lain mesin parut ketela, single deep fryer, mixer bumbu, dan multi tray dryer,” kata Dr. Dani Irawan, M.Pd.

Sementara untuk UMKM Keripik Tempe Sagu, teknologi yang diterapkan meliputi double deep fryer, mixer pengaduk bumbu, spinner peniris minyak, serta multi tray dryer.

Setiap peralatan tidak langsung digunakan begitu saja. Tim melakukan instalasi, uji coba, pelatihan pengoperasian, hingga pendampingan kepada mitra. Pemilik usaha juga mendapatkan pemahaman mengenai perawatan peralatan agar teknologi tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network