Bukan Sekadar Belajar di Kelas, 20 Siswa MAN Kota Kediri Ini Diajak Riset Nanoteknologi Langsung

Arif Ardliyanto
Sebanyak 20 siswa MAN 1 Kota Kediri belajar langsung riset nanoteknologi kesehatan di laboratorium IIK Bhakta melalui proyek nano ZIF-8 dan antibacterial coating. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Dalam proyek tersebut, nano ZIF-8 dikembangkan menggunakan pendekatan sintesis hijau. Material tersebut kemudian diarahkan untuk menghasilkan smart antibacterial coating dalam bentuk formulasi spray dan gel.

Tahapan penelitian selanjutnya mencakup pengembangan formulasi hingga pengujian aktivitas antibakteri terhadap material yang dihasilkan.

Tri Ana menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari SEMESTA melalui skema Hibah Titik Kumpul yang didanai Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Dit. Minat Saintek), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Menurut dia, pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam pembelajaran karena siswa dapat melihat hubungan antara teori sains dengan proses penelitian.

“Melalui program ini, siswa tidak hanya diberikan pemahaman kontekstual mengenai nanoteknologi kesehatan, tetapi juga diajak secara nyata untuk mengenal dan mengembangkan prototype spray dan gel berbasis nano ZIF-8 sebagai antibacterial coating,” katanya.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat membantu siswa memahami tahapan penelitian secara lebih utuh. Mulai dari mengenali material, mempelajari proses pengembangan, hingga melihat kemungkinan penerapannya dalam bidang kesehatan.

“Selama ini pengalaman riset nanoteknologi banyak berlangsung di perguruan tinggi. Melalui Titik Kumpul, kami mencoba membawa pengalaman tersebut lebih dekat kepada siswa. Mereka tidak hanya mendengar tentang nanoteknologi, tetapi berkesempatan melihat, mempelajari, dan terlibat dalam proses pengembangan prototype berbasis riset,” jelasnya.

Usai pembukaan program, para siswa mengikuti visiting laboratory di lingkungan IIK Bhakta. Mereka melihat langsung berbagai fasilitas yang akan digunakan selama program berlangsung.

Fasilitas tersebut mencakup laboratorium untuk mendukung proses sintesis dan karakterisasi nanomaterial, pengembangan formulasi spray dan gel, hingga pengujian aktivitas antibakteri.

Kunjungan laboratorium memberikan gambaran kepada peserta bahwa sebuah produk berbasis teknologi kesehatan membutuhkan sejumlah tahapan penelitian sebelum dapat dikembangkan lebih lanjut.

Pembelajaran pun tidak hanya berlangsung melalui penjelasan teori. Siswa mendapatkan pengalaman berada di lingkungan laboratorium dan mengenali berbagai proses yang dilakukan peneliti ketika mengembangkan material untuk kebutuhan kesehatan.

Program ini juga melibatkan sumber daya manusia dari berbagai disiplin ilmu di IIK Bhakta. Dosen dari bidang Kimia, Biologi, Farmasi, Kedokteran, dan Teknologi Laboratorium Medis turut mendukung kegiatan.

Selain itu, mahasiswa mentor dari Program Studi S1 Farmasi dan D3 Teknologi Laboratorium Medis serta laboran juga dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan di laboratorium.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari Program Hibah Titik Kumpul SEMESTA. Siswa tidak hanya bertemu dengan akademisi, tetapi juga mendapatkan pendampingan dari mahasiswa serta berinteraksi langsung dengan fasilitas riset perguruan tinggi.

Melalui program ini, IIK Bhakta dan MAN 1 Kota Kediri berupaya membuka ruang pembelajaran baru bagi siswa untuk mengenal dunia penelitian sejak dini.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat terhadap sains sekaligus melatih siswa berpikir ilmiah melalui keterlibatan langsung dalam proses riset dan pengembangan teknologi kesehatan.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network