Gus Lilur Dukung Gus Kikin Susun PBNU Profesional dan Egaliter: PBNU Bukan PWNU Jawa Timur

Vitrianda Hilba Siregar
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) terpilih jadi Ketum PBNU 2026-2031. (Foto: iNews TV)

Represenasi Nasional dan Distribusi Power

Selain asas profesionalisme, Gus Lilur mengingatkan krusialnya menjaga keseimbangan keterwakilan wilayah dalam jajaran PBNU. Sebagai ormas keagamaan terbesar di tanah air, PBNU dituntut mampu mencerminkan keberagaman daerah dari Sabang hingga Merauke.

“PBNU adalah artikulasi keberagaman Indonesia, bukan representasi PWNU Jawa Timur semata. Historisitas dan kontribusi Jawa Timur sangat substansial, namun tata kelola PBNU harus mencerminkan asas keberimbangan nasional. Distribusi kepemimpinan strategis wajib mengakomodasi kader-kader terbaik dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua, hingga wilayah lainnya,” tegas Gus Lilur.

Ia menilai, keterwakilan daerah yang inklusif bakal menguatkan legitimasi sosial sekaligus efektivitas konsolidasi PBNU hingga ke tingkat bawah di seluruh Indonesia.



Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network