KM Virgo Transport 8 Dinilai Masih Layak, Muatan dan Stabilitas Harus Diusut

Lukman Hakim
Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi Posko Terpadu kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (Foto : istimewa).

Dari sisi penyelamatan, BHS meminta kekuatan Basarnas dan Coast Guard KPLP ditingkatkan agar mampu melakukan penyelamatan dengan cepat dan memiliki response time yang terukur. 

Ia membandingkan waktu respons tersebut dengan sejumlah negara seperti Filipina, Jepang yang berada di kisaran 1–3 jam, serta Kanada sekitar satu jam.

BHS menilai dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8, proses penyelamatan banyak dibantu kapal niaga, kapal tunda, tugboat, mini tanker, hingga nelayan. 

Ia meminta pemerintah memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang ikut membantu proses penyelamatan tersebut, terlebih dalam momentum Hari Perhubungan.

Selain itu, BHS meminta PT Jasa Raharja segera memberikan santunan kepada korban, baik korban meninggal dunia, korban selamat, maupun korban yang belum ditemukan tetapi tercatat dalam manifest.

“Saya titipkan kepada Asuransi Jasa Raharja untuk berikan santunan, tidak hanya yang ditemukan, tetapi yang belum ditemukan. Begitu sudah masuk ke manifest, Jasa Raharja sudah harus memberikan santunan. Mereka sudah membayar asuransi jauh sebelum terjadinya kecelakaan laut,” kata BHS.

BHS juga meminta proses pencarian dan penyelamatan dilakukan secara maksimal, termasuk upaya mengevakuasi korban yang kemungkinan masih berada di dalam kapal.

“Basarnas harus bisa maksimal untuk mengeluarkan korban yang masih terjebak di dalam kapal agar keluarganya merasa lega,” tutur BHS.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network