Masuk Kampus Bukan Cuma Cari Gelar, 391 Mahasiswa Baru UWP Diberi Tantangan Ini

Arif Ardliyanto
391 mahasiswa baru UWP mengikuti PKKMB 2026. Mereka didorong menjadi agen perubahan, adaptif terhadap AI, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Dalam konteks tersebut, mahasiswa ditempatkan sebagai agent of change sekaligus agen penggerak. Bekal intelektual yang diperoleh di bangku kuliah diharapkan dapat digunakan untuk merespons berbagai persoalan nyata.

PKKMB UWP 2026 juga memberikan perhatian pada aspek karakter dan soft skills. Mahasiswa baru diarahkan menjadi pribadi yang lincah menghadapi perubahan, tangguh ketika menghadapi tantangan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bekerja sama.

“Mahasiswa baru diarahkan untuk menjadi pribadi yang lincah, tangguh, adaptif, kolaboratif, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi sebagai bekal utama menghadapi dunia yang semakin kompetitif,” jelasnya.

Kampus Sociopreneur Jadi Landasan

Semangat UWP sebagai Kampus Sociopreneur menjadi bagian penting dalam konsep Kampus Berdampak yang diperkenalkan kepada mahasiswa baru.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi lulusan yang memiliki kompetensi akademik. Mereka juga diarahkan memiliki keberanian untuk mengembangkan gagasan kewirausahaan sosial dan menciptakan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, SH., M.Hum., menegaskan bahwa upaya membangun kampus yang berorientasi pada mutu dan keunggulan harus dilakukan secara menyeluruh.

“Implementasi ini mencakup penguatan tata kelola kelembagaan, tenaga pendidik, kegiatan kemahasiswaan, serta pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tegas Budi.

Dia menilai pemahaman terhadap visi dan tata kelola universitas perlu dimiliki seluruh unsur kampus, termasuk mahasiswa. Karena itu, PKKMB menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan nilai-nilai serta arah pengembangan UWP kepada mahasiswa baru.

Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem kampus dan ikut mendorong pencapaian visi universitas melalui kegiatan akademik maupun kemahasiswaan.

Tegas Tolak Perploncoan

Selain memperkenalkan lingkungan dan nilai-nilai perguruan tinggi, PKKMB UWP 2026 juga menempatkan aspek keamanan dan kenyamanan mahasiswa sebagai perhatian.

Rangkaian kegiatan diselenggarakan dengan asas edukatif, aman, nyaman, serta menolak segala bentuk perploncoan dan kekerasan.

“Pendekatan ini menegaskan bahwa orientasi mahasiswa baru harus menjadi ruang tumbuh yang positif, bukan ajang intimidasi,” ujar Budi.

Melalui konsep tersebut, mahasiswa baru diharapkan dapat menjalani masa awal perkuliahan dengan lingkungan yang mendukung proses belajar dan pengembangan diri.

Pada akhirnya, UWP menargetkan mahasiswa yang memasuki lingkungan perguruan tinggi tidak hanya tumbuh sebagai pribadi yang memiliki kemampuan akademik. Mereka juga diharapkan menjadi generasi yang inovatif, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, dan mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Bekal tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa untuk berkontribusi terhadap masyarakat serta mengambil peran dalam membangun generasi yang dipersiapkan menyongsong Indonesia Emas 2045.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network