Karier Dikejar, Kehamilan Tertunda: Fenomena Baru yang Bikin Angka Kelahiran di Surabaya Menurun

Rahmat Ilyasan
Angka kelahiran Surabaya disebut turun menjadi 1,7. Dokter mengungkap faktor usia menikah, gaya hidup, karier, dan kondisi sosial ekonomi. Foto iNewsSurabaya.id/ilyas

Pentingnya merencanakan kehamilan sejak awal pernikahan juga disampaikan Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.O.G, Subsp.F.E.R.

Ia mengingatkan pasangan untuk memahami kondisi cadangan sel telur atau ovarian reserve. Seiring bertambahnya usia, cadangan dan kualitas sel telur perempuan mengalami penurunan, terutama setelah memasuki usia 35 tahun.

Pada usia tersebut, risiko sejumlah masalah kehamilan juga dapat meningkat. Karena itu, perencanaan keluarga idealnya tidak hanya membicarakan pekerjaan dan kondisi finansial, tetapi juga mempertimbangkan faktor reproduksi.

"Gaya hidup tidak sehat, kurang bergerak (sedentary lifestyle), obesitas, hingga polusi lingkungan sangat mempengaruhi fungsi ovarium dan sperma. Oleh karena itu, perencanaan program hamil harus berjalan seiring dengan perencanaan karir agar kesuburan tetap terjaga," terang Prof. Budi.

Faktor gaya hidup juga menjadi perhatian karena pola aktivitas masyarakat perkotaan semakin banyak dihabiskan dalam kondisi kurang bergerak. Kondisi tersebut, ditambah obesitas dan paparan polusi, disebut dapat memengaruhi fungsi reproduksi.

Sementara itu, Dr. dr. Jimmy Yanuar Annas, Sp.O.G, Subsp.F.E.R, mengimbau pasangan yang sudah menikah selama satu tahun tetapi belum memperoleh keturunan untuk tidak menunda pemeriksaan.

"Jangan menunggu terlalu lama sampai usia semakin matang. Begitu ada indikasi atau gangguan haid, segera periksakan diri agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efisien," ujarnya.

Di tengah perubahan pola kehidupan masyarakat, akses terhadap informasi dan pemeriksaan kesehatan reproduksi juga dinilai penting. Morula IVF Surabaya menyatakan memperluas jangkauan edukasi dan layanan kesehatan reproduksi, termasuk untuk masyarakat di sekitar Surabaya hingga kawasan Indonesia Timur.

Head of Division Morula IVF Surabaya, Arik Lisarja, mengatakan pihaknya membuka akses konsultasi dan pemeriksaan sebagai bagian dari upaya mendorong deteksi dini masalah kesuburan.

"Dalam kurun waktu empat hingga lima bulan terakhir, kami telah memberikan konsultasi dan pemeriksaan USG gratis kepada 694 pasien. Kami juga menyediakan fasilitas unggulan seperti pemeriksaan PGT-A gratis untuk satu embrio hingga program bayi tabung gratis (Free IVF) bagi peserta yang membutuhkan," kata Arik.

Jangkauan layanan juga diperkuat melalui jejaring dokter spesialis di sejumlah daerah. Di antaranya dr. Achmad Rheza, Sp.O.G, Subsp. F.E.R di Mojokerto, dr. Raudatul Hikmah, MM., Sp.O.G, Subsp.F.E.R di Bangkalan, serta dr. Maya Devi Arifiandi, Sp.O.G, Subsp.FER di Malang.

Selain pemeriksaan dan konsultasi, perkembangan teknologi reproduksi memberikan pilihan bagi pasangan dengan kondisi tertentu. Salah satunya melalui teknologi pembekuan sperma atau sperma freezing, yang dapat menjadi salah satu opsi bagi pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh.

Fenomena penurunan angka kelahiran tersebut menunjukkan bahwa perencanaan keluarga kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Bagi pasangan di perkotaan, keputusan mengenai karier, kondisi ekonomi, usia pernikahan, gaya hidup, hingga rencana memiliki anak saling berkaitan.

Karena itu, edukasi mengenai kesehatan reproduksi menjadi bagian penting agar pasangan tidak hanya merancang masa depan pekerjaan, tetapi juga mempertimbangkan waktu dan kondisi biologis dalam membangun keluarga.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network