SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Polemik akses jalan di kawasan Keputih, Surabaya, mendapat penjelasan dari pihak Taman Timur Regensi. Pengembang kawasan Grand Eastern tersebut menyatakan telah menyediakan akses jalan dari sisi selatan dengan lebar sekitar 10 meter, termasuk membuka pagar panel beton dan membangunkan jembatan besi sebagai akses untuk mendukung mobilitas masyarakat serta petani tambak sejak tahun 2023.
Project Director PT Taman Timur Regensi, Johan Prajitno, mengatakan perusahaan memilih menjelaskan persoalan tersebut melalui forum resmi dan berdasarkan dokumen kepemilikan maupun perizinan yang dimiliki.
Menurut Johan, polemik baru timbul beberapa tahun kemudian, yaitu sekitar akhir tahun 2025, dengan munculnya keluhan dan aksi demonstrasi yang mempersoalkan adanya sempadan sungai dan akses petani tambak.
Polemik akses jalan di kawasan Grand Wiston Keputih mendapat penjelasan pengembang. PT Taman Timur Regency mengungkap akses 10 meter hingga jembatan besi. Foto iNewsSurabaya.id/arif
Johan menyebut PT Taman Timur Regensi telah memberikan penjelasan dan klarifikasi dalam sejumlah forum yang melibatkan instansi terkait. Di antaranya pembahasan bersama DPRKPP, DSDABM, Inspektorat, serta forum yang menghadirkan pihak terkait dan tenaga ahli.
Dalam forum tersebut, perusahaan menunjukkan kelengkapan dokumen kepemilikan dan perizinan yang menjadi dasar pembangunan.
“Kami sudah menunjukkan legalitas kepemilikan dan seluruh perizinan yang kami miliki. Posisi kami, pembangunan dilakukan di atas lahan yang menjadi hak kami dan mengikuti perizinan yang diberikan,” katanya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
