SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pengembangan kawasan hunian kini tidak lagi sekadar membangun rumah, tapi mulai mengarah menjadi ekosistem yang mengintegrasikan tempat tinggal dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, bisnis, hingga gaya hidup.
Konsep tersebut dikembangkan melalui proyek Urbanova Edu Hub di Surabaya Timur. Perusahaan engineering asal China, China Light Industry International Engineering Co., Ltd. (CLIEC), menggandeng PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) untuk mengembangkan kawasan terpadu seluas 23 hektare tersebut.
Kolaborasi kedua perusahaan memasuki tahap konstruksi setelah DMS Propertindo dan CLIEC menggelar groundbreaking Urbanova Edu Hub di Surabaya Timur, Rabu (30/9/2026).
Dalam pengembangan proyek tersebut, DMS Propertindo menyampaikan rencana capital expenditure (capex) atau belanja modal sekitar Rp3 triliun.
Kerja sama DMS Propertindo dan CLIEC sebelumnya dituangkan melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada 11 Agustus 2026. Sekitar 50 hari setelah penandatanganan MoU, proyek memasuki tahap pembangunan.
Kedua perusahaan menggunakan skema turnkey dalam kerja sama tersebut. Skema ini mencakup perencanaan teknis, engineering, pengadaan, konstruksi hingga penyelesaian proyek sesuai spesifikasi yang disepakati.
Direktur Urbanova, Tatang Sukmana, mengatakan keterlibatan CLIEC menjadi bagian dari strategi untuk memastikan pembangunan Urbanova Edu Hub didukung kemampuan teknis dan konstruksi.
“Groundbreaking ini merupakan bukti bahwa Urbanova bukan sekadar konsep, melainkan proyek yang benar-benar dibangun,” ujar Tatang.
Urbanova Edu Hub dirancang sebagai kawasan yang mengintegrasikan berbagai fungsi dalam satu area. Selain hunian berupa communal house (COHO), kawasan ini akan dilengkapi business hub, event space, hotel, showroom, dan fasilitas publik.
Pengembang juga menyiapkan rencana pembangunan rumah sakit dan sekolah internasional sebagai bagian dari ekosistem kawasan.
Dengan konsep tersebut, Urbanova diarahkan untuk menggabungkan sektor pendidikan, hunian, bisnis, hospitality, kesehatan, olahraga, lifestyle, serta aktivitas masyarakat dalam satu kawasan.
Tahap pertama pembangunan mencakup infrastruktur kawasan dan tower COHO Smart yang ditargetkan selesai pada 2029. Pembangunan tahap awal tersebut dibiayai sepenuhnya oleh CLIEC sehingga tidak bergantung pada uang muka konsumen.
Menurut Tatang, lokasi Urbanova berada di tengah ekosistem pendidikan dan industri yang berkembang di Surabaya Timur. Pihaknya menyebut terdapat potensi pasar lebih dari 64.000 mahasiswa dan pekerja di kawasan industri SIER. “Maka peluang untuk berkembang sangat terbuka,” katanya.
Keterlibatan CLIEC menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan proyek Urbanova. Perusahaan engineering tersebut berdiri sejak 1953 dan bergerak dalam bidang desain serta manajemen konstruksi.
CLIEC menangani berbagai jenis proyek, mulai dari kompleks komersial, hunian, hotel, rumah sakit, sekolah, gedung pameran hingga museum.
Dalam keterangannya, CLIEC menyebut telah menyelesaikan lebih dari 9.000 proyek di lebih dari 20 negara selama sekitar tujuh dekade. Sejumlah proyek yang pernah dikerjakan antara lain Zhongyunzhou Sea View International Garden, Catic Plaza Beijing, dan Wanda Plaza Wuhai.
Direktur Marketing CLIEC Wang Yanju mengatakan pengembangan Urbanova diharapkan dapat memberikan dampak terhadap sektor pendidikan dan pelayanan masyarakat di Surabaya.
“Proyek ini secara signifikan akan meningkatkan sektor pendidikan Surabaya dan meningkatkan kapasitas pelayanan masyarakat secara komprehensif,” katanya.
Urbanova mengusung konsep From Ground to Gold, yang menggambarkan upaya mengembangkan kawasan menjadi area dengan nilai ekonomi, sosial, dan komersial yang lebih tinggi.
Konsep kawasan tersebut juga memadukan pendekatan modern dengan nilai lokal dalam pengembangan Urbanova Edu Hub.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
