AI Mulai Mengubah Cara Investor Membaca Pergerakan Pasar Saham

Hendro Djatmiko
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The. (Foto : istimewa).

JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Dulu, tantangan investor mungkin adalah mencari informasi. Kini persoalannya justru bisa berbalik, terlalu banyak informasi yang harus dibaca dalam waktu bersamaan.

Setiap pergerakan harga saham membawa data di belakangnya. Ada volume transaksi, arus dana, aktivitas investor asing, indikator teknikal, hingga informasi fundamental perusahaan. Bagi investor, terutama yang masih belajar membaca pasar, banyaknya informasi tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri.

Di tengah kondisi itu, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mendapat ruang dalam aktivitas investasi. Teknologi ini digunakan untuk membantu mengolah data dalam jumlah besar dan menyajikannya menjadi informasi yang lebih terstruktur.

Fenomena tersebut menjadi perhatian PT Indo Premier Sekuritas melalui pembaruan platform investasinya, IPOT X, yang diperkenalkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada 24 September 2026.

Platform tersebut mengintegrasikan sejumlah teknologi AI untuk membantu investor membaca berbagai indikator pasar. Pendekatannya bukan sekadar menampilkan lebih banyak data, tetapi membantu menghubungkan berbagai informasi agar investor dapat melihat konteks sebelum mengambil keputusan.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan kompleksitas pasar merupakan sesuatu yang tidak dapat dihilangkan. Begitu pula dengan risiko investasi.

Tidak ada teknologi yang seharusnya menjanjikan bahwa setiap keputusan akan benar atau setiap transaksi akan menghasilkan keuntungan. 

“Tetapi kompleksitas pasar bukan alasan bagi teknologi investasi untuk tetap membuat investor bekerja dengan cara lama,” kata Moleonoto, Rabu (30/9/2026).

Menurut dia, teknologi dapat mengambil sebagian pekerjaan analitis sehingga investor mempunyai lebih banyak waktu untuk memahami informasi yang tersedia.

“IPOT X mampu mengambil lebih banyak pekerjaan analitis agar investor mempunyai lebih banyak ruang untuk memahami, lebih sedikit sibuk merangkai data dan lebih banyak waktu memahami artinya,” ujarnya.

Perubahan cara investor mengakses informasi membuat kemampuan memilah data menjadi semakin penting.

IPOT X menggabungkan teknologi seperti AI Inferencing, Multi-Agent Intelligence, Pattern Recognition, dan Deep Market Intelligence. Sistem tersebut dirancang untuk memproses lebih dari 1.100 metrik yang berkaitan dengan kondisi pasar.

Data yang diproses antara lain mencakup harga, volume, trade flow, smart money, aktivitas investor asing, hingga sejumlah indikator fundamental dan teknikal.

Dengan pengolahan tersebut, investor dapat melihat informasi dari berbagai sisi sebelum menentukan langkah. Salah satu pendekatannya adalah menyajikan sinyal yang saling mendukung maupun yang berlawanan sehingga investor tidak hanya melihat satu indikator secara terpisah.

Bagi investor pemula, persoalan ini menjadi menarik. Mereka tidak harus langsung memahami seluruh istilah teknikal untuk mulai mengenali bagaimana sebuah saham bergerak. Sementara bagi investor yang sudah terbiasa bertransaksi, teknologi tersebut dapat digunakan untuk membantu mempercepat proses penyaringan dan analisis.

Namun, AI bukan berarti menggantikan manusia. Keputusan untuk membeli atau menjual saham tetap berada di tangan investor. Teknologi berperan sebagai alat bantu untuk mengolah informasi, sementara pertimbangan mengenai risiko dan keputusan akhir tetap menjadi tanggung jawab investor.

Sejumlah fitur dalam IPOT X dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut. AI Screener, misalnya, memungkinkan pencarian saham menggunakan bahasa natural. Investor dapat menyampaikan kriteria yang ingin dicari tanpa harus memasukkan seluruh parameter secara manual.

Ada pula AI Stock Comparison yang memungkinkan hingga lima saham dibandingkan berdasarkan metrik yang konsisten. Fitur ini membantu investor melihat perbedaan sejumlah saham berdasarkan data yang tersedia.

Sementara Market Radar digunakan untuk memantau aktivitas saham berdasarkan pergerakan harga, aktivitas transaksi dan arus dana.

Di sisi lain, AI Trade Flow memberikan gambaran mengenai smart money, aktivitas investor asing serta agresivitas transaksi. Informasi tersebut dapat membantu investor melihat bagaimana aliran dana bergerak di balik perubahan harga saham.

Teknologi Pattern Recognition juga digunakan untuk mengenali pola teknikal sekaligus melakukan pemeriksaan silang dengan data lainnya. Sistem tersebut dirancang bukan sebagai mesin peramal harga, melainkan sebagai alat bantu validasi terhadap berbagai sinyal yang muncul di pasar.

Perkembangan AI di pasar modal pada akhirnya membawa perubahan pada cara investor berinteraksi dengan data.

Jika sebelumnya investor harus mengumpulkan dan menghubungkan berbagai informasi secara manual, kini sebagian proses tersebut dapat dibantu oleh teknologi.

Namun, banyaknya kemampuan AI juga tidak menghilangkan kebutuhan terhadap kehati-hatian. Pasar saham tetap memiliki risiko dan tidak ada teknologi yang dapat memastikan sebuah keputusan investasi selalu menghasilkan keuntungan.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network