PASURUAN, iNewsSurabaya.id – Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) semakin mendapat posisi strategis dalam jaringan manufaktur global Korea Tomorrow & Global (KT&G).
Setelah mengoperasikan dua fasilitas baru, kapasitas produksi KT&G di Indonesia kini diproyeksikan mencapai hingga 35 miliar batang per tahun.
Kapasitas tersebut menjadikan Indonesia sebagai basis produksi terbesar KT&G di luar Korea Selatan. Hal juga memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur dan ekspor perusahaan global asal Korea tersebut.
Peresmian operasional pabrik kedua dan ketiga KT&G di Pasuruan digelar dengan dihadiri Presiden KT&G Bang Kyung-man, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-Goo, serta sejumlah tamu undangan.
Pabrik baru tersebut dibangun di atas lahan seluas 190.000 meter persegi dan nantinya dilengkapi sembilan lini produksi dengan kapasitas hingga 21 miliar batang per tahun.
Kapasitas itu melengkapi fasilitas pertama KT&G yang telah beroperasi dengan kapasitas produksi sekitar 14 miliar batang per tahun. Dengan demikian, total kapasitas produksi KT&G di Indonesia dapat mencapai 35 miliar batang setiap tahun.
Posisi tersebut semakin memperkuat peran Pasuruan dalam rantai produksi global KT&G yang saat ini ditopang lima basis manufaktur di Korea Selatan, Indonesia, Rusia, Kazakhstan, dan Turki.
Ekspansi fasilitas produksi di Pasuruan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan pasar ekspor. Beberapa negara tujuan ekspor yang disebut antara lain Taiwan, Mongolia, Nigeria, dan India.
Dengan posisi geografis Indonesia yang strategis, fasilitas di Pasuruan diharapkan menjadi salah satu basis ekspor utama KT&G untuk kawasan Asia Pasifik dan wilayah lainnya.
Presiden KT&G Bang Kyung-man mengatakan pengoperasian penuh pabrik baru menjadi bagian dari komitmen investasi jangka panjang perusahaan di Indonesia.
“Beroperasinya pabrik baru kami secara penuh menjadi tonggak penting dalam mewujudkan komitmen investasi jangka panjang KT&G di Indonesia serta komitmen kami kepada masyarakat setempat di wilayah operasional perusahaan,” ujar Bang Kyung-man, Selasa (6/10/2026).
Dia mengatakan KT&G akan terus memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja lokal serta meningkatkan kemampuan teknis. “Kami juga akan memperkuat kerja sama dengan masyarakat dan mitra di sekitar wilayah operasional,” terangnya.
Perjalanan KT&G di Indonesia telah berlangsung sejak 2011 melalui akuisisi PT Tri Sakti Purwosari Makmur (TSPM). Seiring meningkatnya kebutuhan pasar domestik dan global.
Perusahaan kemudian memperluas kegiatan manufakturnya di Indonesia. Ekspansi fasilitas baru tersebut diperkuat melalui kesepakatan dengan Kementerian Investasi Republik Indonesia pada September 2023.
Pembangunan fasilitas baru dimulai pada April 2024. Setelah menjalani tahap uji coba operasional pada semester pertama 2026, fasilitas tersebut kini memasuki tahap produksi stabil.
Dengan tambahan dua fasilitas baru, kapasitas produksi Indonesia menjadi yang terbesar dalam jaringan manufaktur KT&G di luar Korea Selatan.
Selain memperkuat kapasitas produksi, perusahaan juga menyatakan ekspansi tersebut memberikan peluang bagi tenaga kerja dan perusahaan lokal. Keterlibatan tersebut telah dimulai sejak tahap pembangunan fasilitas dan akan dilanjutkan melalui kegiatan operasional serta kerja sama dengan mitra setempat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Adhy Karyono mengatakan, Jatim merupakan penghasil tembakau dan rokok terbesar di Indonesia, yakni lebih dari 51 persen secara nasional, dengan kontribusi pajak sebesar 135 triliun per tahun. “Jatim memiliki posisi penting dalam industri tembakau nasional,” katanya.
Menurut Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asriri, berkembangnya industri di Pasuruan akan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. “Kami berharap kehadiran investasi tersebut dapat mendorong investor lain untuk terus menanamkan modalnya di Pasuruan,” harapnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
