Bagi Megawati, keberhasilan relokasi tidak cukup diukur dari berpindahnya pedagang ke tempat yang lebih tertata. Hal terpenting adalah bagaimana mereka bisa kembali menjalankan usaha secara stabil dan memperoleh penghasilan yang lebih baik.
Ia berharap ada dukungan bagi pedagang yang terdampak pemindahan, termasuk apabila membutuhkan tambahan modal untuk menata kembali usaha di lokasi baru.
Persoalan modal dan keberlangsungan pelanggan menjadi perhatian karena pedagang kecil umumnya bergantung pada perputaran uang harian. Ketika lokasi usaha berubah, mereka membutuhkan kesempatan untuk beradaptasi tanpa kehilangan sumber penghidupan.
Karena itu, keberadaan SWK diharapkan tidak hanya menyediakan tempat berjualan, tetapi juga mampu menarik masyarakat untuk datang dan berbelanja. Dengan begitu, relokasi bisa memberikan manfaat nyata bagi perekonomian warga Kalijudan.
Menanggapi aspirasi warga, Anas Karno mendukung penataan PKL melalui relokasi ke SWK. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus memberikan kepastian bagi pedagang, bukan justru menambah beban mereka.
Anas meminta Pemerintah Kota Surabaya memastikan proses pemindahan berjalan transparan. Pedagang yang telah mengikuti ketentuan tidak boleh dibebani biaya yang tidak memiliki dasar aturan.
"Jangan sampai pedagang yang sudah mau direlokasi dan mengikuti aturan justru dibebani pungutan-pungutan. Saya minta prosesnya transparan dan jangan ada pungli," tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Menurut Anas, pengawasan diperlukan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan proses relokasi untuk mengambil keuntungan pribadi. Dugaan pungutan dengan dalih biaya penempatan, administrasi, maupun kebutuhan lain yang tidak sesuai ketentuan harus dicegah.
Ia juga mengingatkan bahwa pekerjaan pemerintah tidak berhenti setelah pedagang menempati SWK. Kawasan kuliner tersebut perlu didukung agar mampu menarik pengunjung dan menjadi tempat usaha yang produktif.
"Jangan hanya memindahkan pedagang. Bagaimana SWK ini bisa hidup, bagaimana masyarakat datang, sehingga pedagang bisa mendapatkan penghasilan dan ekonominya tetap berjalan. Itu yang harus kita kawal," kata Anas.
Relokasi PKL Kalijudan kini menjadi ujian bagi penataan usaha kecil di Surabaya. Harapan Megawati dan warga lainnya adalah agar tempat baru tersebut benar-benar membawa perubahan positif, dengan penjualan yang meningkat, biaya yang jelas, serta peluang usaha yang lebih berkelanjutan.
Dengan pendampingan dan pengelolaan yang tepat, SWK diharapkan tidak hanya menjadi solusi penertiban lapak, tetapi juga ruang bagi pedagang untuk mempertahankan bahkan mengembangkan penghasilan mereka.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
