LAMONGAN, iNewsSurabaya.id – Ketersediaan tenaga kerja dan dukungan pendidikan vokasi menjadi salah satu faktor yang ditawarkan i-Sentra @Lamongan Smart Eco-Industrial Park untuk menarik investor ke Jawa Timur (Jatim).
Kawasan industri yang dikembangkan PT Jakamitra Indonesia ini mengandalkan potensi lebih dari 950.000 tenaga kerja serta jejaring 17 lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi untuk mendukung kebutuhan sumber daya manusia (SDM) industri.
Akses terhadap tenaga kerja menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan yang ingin membangun fasilitas produksi maupun memperluas kegiatan usaha. Selain jumlah tenaga kerja, kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri turut menentukan kesiapan operasional dan efisiensi bisnis dalam jangka panjang.
Berlokasi di pesisir utara Jatim, i-Sentra @Lamongan dirancang sebagai kawasan industri terintegrasi yang menyasar investor nasional maupun global. Pengembangan kawasan ini tidak hanya mengandalkan konektivitas dan efisiensi biaya, tetapi juga potensi tenaga kerja serta dukungan pelatihan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.
Direktur PT Jakamitra Indonesia, Benjamin Abednego, mengatakan kawasan tersebut dikembangkan sebagai ekosistem industri yang dapat mendukung perusahaan sejak tahap pembangunan hingga operasional.
“i-Sentra @Lamongan kami kembangkan bukan sekadar sebagai kawasan industri, tetapi sebagai ekosistem industri masa depan yang memberikan efisiensi, kepastian, dan fleksibilitas bagi investor untuk membangun serta mengembangkan bisnisnya dalam jangka panjang,” ujar Benjamin, Kamis (15/10/2026).
Menurut dia, ketersediaan tenaga kerja menjadi salah satu unsur penting dalam membangun ekosistem industri. Dukungan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi juga membuka peluang pengembangan talenta agar keterampilan pekerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor usaha.
Keberadaan jejaring pendidikan vokasi tersebut berpotensi mendukung kebutuhan tenaga kerja di berbagai bidang, mulai dari manufaktur, agrifood, industri maritim, logistik, hingga kegiatan hilirisasi yang menjadi sasaran pengembangan kawasan.
Selain akses tenaga kerja, Lamongan menawarkan struktur biaya tenaga kerja sekitar Rp3,2 juta per bulan. Faktor tersebut menjadi bagian dari pertimbangan perusahaan dalam menyusun perencanaan biaya operasional, dengan tetap memperhatikan kebutuhan kompetensi dan produktivitas pekerja.
i-Sentra @Lamongan juga menawarkan sejumlah keunggulan pendukung investasi. Termasuk akses jaringan jalan tol dan lokasi yang disebut berjarak sekitar 2 kilometer (km) dari pelabuhan laut dalam. Konektivitas ini diharapkan dapat mendukung mobilitas bahan baku dan distribusi produk, baik untuk memenuhi pasar domestik maupun ekspor.
Pengelola kawasan turut menekankan dukungan ekosistem investasi yang mencakup infrastruktur, utilitas, perizinan, serta kebutuhan operasional perusahaan. Integrasi berbagai aspek tersebut ditujukan untuk membantu investor merencanakan pembangunan fasilitas hingga memulai kegiatan produksi.
Benjamin mengatakan, kebutuhan setiap investor berbeda, mulai dari luas lahan, ketersediaan utilitas, tenaga kerja, hingga jadwal pembangunan. Karena itu, i-Sentra @Lamongan membuka ruang diskusi bagi calon investor untuk memetakan kebutuhan investasi sesuai dengan rencana bisnis masing-masing.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
