Bukan Sekadar Cari Kerja, Pelajar Jatim Didorong Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Lukman Hakim
Kontingen Jatim meraih juara umum Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Nasional 2026. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pelajar di Jawa Timur (Jatim) didorong menjadi lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Selain itu, mereka juga harus mampu menciptakan lapangan kerja.

Upaya ini diperkuat melalui pembinaan di lingkungan pendidikan yang mengembangkan kemampuan siswa dalam mengubah gagasan menjadi peluang usaha.

Komitmen tersebut sejalan dengan keberhasilan kontingen Jatim meraih juara umum Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Nasional 2026. Dalam ajang yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tersebut, Jatim meraih total 18 medali, terdiri dari enam emas, tujuh perak, dan lima perunggu.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pendidikan kewirausahaan menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang mandiri secara ekonomi. 

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jatim terus memperkuat ekosistem kewirausahaan di sekolah, antara lain melalui program Double Track dan pengembangan SMK berbasis industri.

“Prestasi ini merupakan buah manis dari komitmen berkelanjutan Pemprov Jatim dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di sekolah, termasuk optimalisasi program Double Track dan SMK berbasis industri,” tegasnya, Senin (19/10/2026).

Menurut Khofifah, dunia pendidikan perlu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan untuk bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan kerja baru.

“Kita tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga inovator muda yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, mandiri secara ekonomi, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, keberhasilan meraih juara umum FIKSI Nasional 2026 tidak terlepas dari proses pembinaan dan pendampingan intensif sebelum kompetisi.

Dinas Pendidikan Jatim menggelar tiga tahap pendampingan atau coaching clinic dengan melibatkan pakar, lembaga terkait, pihak sekolah, serta dukungan orang tua siswa.

Pendampingan tersebut mencakup penguatan gagasan, penyempurnaan laporan, hingga latihan presentasi inovasi di hadapan dewan juri. Pemusatan latihan atau training center juga dilakukan untuk memperkuat kesiapan mental dan psikologis siswa agar mampu tampil percaya diri. “Kami bersyukur ikhtiar yang kita lakukan membawa hasil positif,” kata Aries.

Aries menjelaskan, FIKSI 2026 menekankan integrasi tiga bidang utama, yakni ekonomi hijau, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital. Ketiga bidang tersebut menjadi landasan bagi pelajar untuk mengembangkan inovasi usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan.

“Wirausahawan masa depan bukan hanya mereka yang mampu mencetak profit, tetapi juga mereka yang menghadirkan solusi konkret atas permasalahan sosial dan ekologi,” ungkapnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network