Limbah Pertanian Disulap Jadi Briket, Usaha Petani di Tuban Ini Hemat Listrik Hingga Rp6,8 Juta

Arif Ardliyanto
Briket dari limbah pertanian di Tuban mencatat omzet Rp720 juta pada 2026. Produksinya didukung PLTS, menghemat listrik Rp6,8 juta per tahun. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

Tak hanya berfokus pada pengolahan limbah, Kang Ebit: SIMPEL juga mendukung produktivitas petani di Desa Kapu. Program ini mengoptimalkan dua sumur bor yang sebelumnya terbengkalai melalui penerapan irigasi tetes, irigasi komunal, dan sistem fertigasi.

Sebanyak 25 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Boro Tani Makmur mengelola lahan seluas 3,5 hektare. Setelah penerapan sistem tersebut, frekuensi panen meningkat dari satu hingga dua kali menjadi tiga hingga empat kali dalam setahun.

Omzet petani juga mengalami peningkatan sebesar 76 persen, dari rata-rata Rp850 ribu menjadi Rp1,5 juta per bulan.

Fuel Terminal Manager Tuban, Aan Nurochman, mengatakan program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui pengembangan potensi yang tersedia di lingkungan setempat.

“Integrasi pertanian produktif dan pengolahan limbah diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih,” kata Aan.

Manfaat program juga dirasakan oleh masyarakat yang terlibat langsung dalam pengembangannya. Ibnu Fajar, generasi penerus local hero program, mengatakan pengolahan limbah membantu masyarakat melihat hasil panen bukan hanya sebagai produk pertanian, tetapi juga sebagai sumber bahan baku bernilai ekonomi.

“Melalui program Kang Ebit: SIMPEL, kami merasakan manfaat nyata bagi masyarakat. Produktivitas pertanian meningkat, sementara limbah hasil panen yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini memiliki nilai ekonomi. Kami berharap program ini terus berkembang sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong potensi Desa Kapu agar semakin dikenal luas,” ujar Ibnu.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menambahkan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis potensi lokal.

“Melalui Kang Ebit: SIMPEL, kami berkomitmen mendorong kemandirian masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Ahad.

Peningkatan omzet produksi briket menjadi salah satu hasil yang menonjol dari program ini. Pemanfaatan limbah pertanian dan dukungan energi surya memperlihatkan peluang pengembangan usaha yang menggabungkan nilai ekonomi dengan upaya mengurangi dampak lingkungan di tingkat desa.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network