Waspada Dampak AI, Cucu Bung Karno Sebut Etika dan Budaya Harus Jadi Pegangan

Trisna Eka Adhitya
Puti Guntur Sukarno mengingatkan pentingnya literasi AI, etika, dan karakter bangsa agar masyarakat mampu menghadapi perkembangan teknologi secara bijak. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

Puti menegaskan, kecerdasan buatan seharusnya ditempatkan sebagai alat bantu, bukan penentu seluruh keputusan manusia. Kemampuan teknologi perlu diimbangi kecerdasan emosional, spiritual, dan pemahaman budaya agar pemanfaatannya tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“AI adalah tool, adalah alat. Sedangkan kecerdasan emosional, spiritual, dan budaya kita adalah nahkoda,” ujarnya.

Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tidak semestinya membuat manusia mengesampingkan empati, tanggung jawab, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Karena itu, pengembangan ekosistem AI di Indonesia membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi antarlembaga, penguatan riset dan inovasi, serta integrasi pengetahuan tentang kecerdasan buatan ke dalam pendidikan dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman.

Puti juga mendorong agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen teknologi. Mereka perlu dibekali kemampuan untuk berinovasi dan menciptakan solusi melalui pemanfaatan AI sesuai kebutuhan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Wihatmoko Waskitoaji, Ketua Tim Diseminasi/Analisis Kebijakan Ahli Madya BRIN, hadir sebagai narasumber.

Melalui materi bertajuk Memahami AI Tanpa Mitos, peserta diperkenalkan pada konsep dasar kecerdasan buatan, termasuk perbedaan antara AI, machine learning, deep learning, dan generative AI.

Peserta juga diajak memahami perbedaan kecerdasan manusia dengan kemampuan sistem AI, berikut penerapannya dalam aktivitas sehari-hari. Contohnya meliputi rekomendasi video, navigasi digital, penerjemahan bahasa, pengenalan wajah, hingga asisten percakapan.

Aspek data turut menjadi pembahasan penting. Data merupakan salah satu fondasi dalam pengembangan AI karena kualitas dan ketersediaannya berpengaruh terhadap kemampuan sistem menghasilkan keluaran.

Melalui pemahaman tersebut, peserta diharapkan dapat melihat AI secara lebih utuh, bukan sekadar teknologi yang mampu memberikan jawaban secara cepat, melainkan sistem yang perlu digunakan dengan pemahaman dan pengawasan manusia.

Puti berharap, kegiatan literasi dan fundamental kecerdasan buatan dapat mendorong peningkatan kecakapan digital masyarakat sekaligus menghasilkan langkah konkret dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Penguasaan AI, menurutnya, harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan budaya bangsa. Dengan begitu, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung inovasi dan pembangunan tanpa menghilangkan nilai kemanusiaan sebagai landasan utama.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network