Siswa SMP Surabaya Raih Juara 2 Kompetisi Literasi Keuangan, Ciptakan Permainan Edukasi Antipenipuan
Dia menilai upaya meningkatkan literasi keuangan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Keterlibatan pemerintah, industri jasa keuangan, sekolah, keluarga, dan organisasi masyarakat diperlukan agar pendidikan keuangan bisa diterapkan secara berkelanjutan.
Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menambahkan bahwa kompetisi tersebut memberikan kesempatan kepada pelajar untuk menerapkan pengetahuan keuangan dalam menjawab persoalan di lingkungan sekitar.
Dalam proses pengembangan gagasan, siswa tidak hanya dituntut menciptakan sebuah inovasi. Mereka juga harus memahami kebutuhan masyarakat, menentukan cara kerja solusi, serta mengukur manfaat yang dapat dihasilkan.
Pendampingan guru, keluarga, dan sukarelawan turut membantu peserta mengembangkan gagasan. Proses tersebut sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kerja sama tim.
Persaingan tidak berhenti pada tingkat nasional. Dua tim terbaik dalam JA SparktheDream Social Challenge 2026 akan mewakili Indonesia pada kompetisi tingkat Asia Pasifik yang dijadwalkan berlangsung November 2026.
Mereka akan bersaing dengan peserta dari Hong Kong SAR, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Sebelum mengikuti babak nasional, para peserta terlebih dahulu menjalani bootcamp daring untuk menyusun solusi literasi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mereka juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan presentasi dan menyampaikan gagasan di hadapan juri.
Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, menilai pembelajaran keuangan sejak usia sekolah penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi berbagai risiko dan perubahan kondisi ekonomi.
Menurut dia, kebiasaan mengelola keuangan secara sehat dapat membantu anak-anak memahami pentingnya perencanaan dan mempertimbangkan konsekuensi sebelum mengambil keputusan.
Program JA SparktheDream sendiri telah berjalan sejak 2023 dan menjangkau lebih dari 8.200 siswa di 12 kota dan kabupaten, termasuk Surabaya dan Sidoarjo.
Pada pelaksanaan tahun keempat, program tersebut melibatkan lebih dari 2.300 siswa. Kegiatannya mencakup pembelajaran di kelas, aktivitas bersama keluarga, hingga pengembangan gagasan sosial yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan.
Capaian siswa Surabaya dalam kompetisi ini memperlihatkan bahwa persoalan literasi keuangan dapat dipelajari melalui pendekatan kreatif. Bahkan, pelajar SMP sudah mampu merancang metode edukasi untuk membantu teman sebaya mengenali risiko penipuan dan lebih berhati-hati dalam mengelola uang.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
