Alarm Pariwisata Jatim! Kunjungan Wisman Anjlok, Perjalanan Wisnus Ikut Merosot

Lukman Hakim
Salah satu destinasi wisata di Batu. (Foto: Instagram@bintangvilla).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur (Jatim) melalui Bandara Internasional Juanda mengalami penurunan pada September 2026. Meski demikian, jumlah kunjungan turis asing masih tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, jumlah kunjungan wisman melalui pintu masuk Juanda pada September 2026 mencapai 38.602 kunjungan. Angka tersebut turun 5,90 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 41.024 kunjungan.

Namun, secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), kunjungan wisman justru meningkat 18,18 persen dibandingkan September 2025 yang tercatat sebanyak 32.664 kunjungan.

Plt Kepala BPS Provinsi Jatim, Ir. Herum Fajarwati, M.M., mengatakan wisatawan asal Tiongkok masih mendominasi kunjungan ke Jatim. “Pada September 2026, wisman berkebangsaan Tiongkok tercatat sebanyak 16.398 kunjungan atau berkontribusi 42,48 persen dari total kunjungan melalui Bandara Juanda,”katanya dikutip dari rilis BPS Jatim, Selasa (3/11/2026).

Posisi berikutnya ditempati wisatawan asal Malaysia sebanyak 7.693 kunjungan dan Singapura sebanyak 2.850 kunjungan.

Sementara itu, penurunan kunjungan terbesar dibandingkan Agustus 2026 terjadi pada wisatawan asal Thailand, yakni sebesar 42,50 persen atau berkurang 337 kunjungan.

Jika dibandingkan September 2025, penurunan terbesar berasal dari wisatawan Malaysia yang merosot 27,70 persen atau berkurang sebanyak 2.948 kunjungan.

Di tengah perubahan kunjungan wisatawan asing, mobilitas wisatawan nusantara (wisnus) di Jatim juga mengalami perlambatan.

BPS mencatat perjalanan wisnus dengan daerah asal Jatim pada September 2026 mencapai 15,04 juta perjalanan. Jumlah tersebut turun 4,78 persen dibandingkan Agustus 2026.

Kota Surabaya menjadi daerah asal perjalanan wisata terbesar dengan 2,37 juta perjalanan atau sekitar 15,77 persen dari total perjalanan wisnus asal Jatim. Kabupaten Sidoarjo menempati posisi kedua dengan 1,70 juta perjalanan.

Secara tahunan, sejumlah kabupaten/kota juga mengalami penurunan perjalanan wisata. Kabupaten Sumenep mencatat penurunan paling signifikan sebesar 43,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Jatim pada September 2026 mencapai 15,72 juta perjalanan. Angka ini turun 4,41 persen dibandingkan Agustus 2026 dan merosot 6,89 persen dibandingkan September 2025.

Berdasarkan daerah tujuan, Kota Surabaya kembali menjadi destinasi dengan jumlah perjalanan wisnus tertinggi, yakni 2,03 juta perjalanan atau sekitar 12,90 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara ke Jatim. Kabupaten Sidoarjo berada di posisi berikutnya dengan 1,10 juta perjalanan.

Data tersebut menunjukkan bahwa Surabaya masih menjadi pusat utama mobilitas wisatawan di Jatim, baik sebagai daerah asal maupun tujuan perjalanan wisata.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network