Era AI Mengubah Dunia Pendidikan, Guru dan Murid Jatim Dituntut Adaptif

Lukman Hakim
AI telah memasuki dunia pendidikan, guru dan murid di Jatim dituntut menguasai teknologi. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Dunia pendidikan Jawa Timur (Jatim) mulai bersiap menghadapi perubahan besar di era kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Guru dan murid dituntut semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk menguasai kemampuan digital, berpikir kritis, dan menciptakan inovasi dalam proses pembelajaran.

Transformasi pendidikan tersebut mulai terlihat melalui pemanfaatan teknologi tiga dimensi (3D), augmented reality (AR), hingga virtual reality (VR) di lingkungan sekolah. Teknologi ini membuka peluang bagi guru untuk menghadirkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, sekaligus mendorong murid tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta karya digital.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi bagian penting untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan murid menghadapi perkembangan zaman.

Menurutnya, kegiatan seperti kompetisi ImagiNation 2026 dapat menjadi ruang bagi guru dan murid untuk mengembangkan inovasi sekaligus beradaptasi dengan teknologi.

“Ajang ini diharapkan dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya sehingga menjadi wadah bagi guru dan murid untuk mengembangkan kreativitas serta meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujar Aries, Sabtu (7/11/2026).

ImagiNation 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama AssemblrEDU melibatkan lebih dari 5.200 guru dan murid dari berbagai daerah. Mereka menghasilkan lebih dari 1.600 proyek digital yang diunggah melalui platform AssemblrEDU dan Rumah Pendidikan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.393 karya terpilih mengikuti tahapan kompetisi selanjutnya. Karya tersebut terdiri atas 908 proyek murid dan 485 proyek guru.

Di Jatim, sebanyak 505 sekolah ikut berpartisipasi. Jumlah tersebut terdiri atas 223 SD, 119 SMP, serta 163 SMA/SMK. Tingginya keterlibatan sekolah menunjukkan besarnya antusiasme insan pendidikan dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.

Perkembangan teknologi AI membawa tantangan baru bagi tenaga pendidik. Guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu memahami cara memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menilai, kemampuan guru beradaptasi dengan perkembangan teknologi memiliki peran penting dalam membangun kreativitas dan kepercayaan diri murid.

Menurutnya, inovasi pembelajaran perlu diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, serta membentuk karakter peserta didik.

“Ketika guru mau mencoba cara baru, mendengarkan gagasan murid, dan mendampingi mereka dengan sepenuh hati, sekolah menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar dan berani bermimpi,” tutur Khofifah.

Dia berharap pemanfaatan teknologi tidak hanya menjadi tren di lingkungan pendidikan, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran.

Teknologi AR dan 3D, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk membantu murid memahami materi melalui visualisasi interaktif. Dengan pendekatan tersebut, proses belajar diharapkan lebih menarik dan mampu menghubungkan pengetahuan dengan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi kemampuan berpikir logis, kreativitas, serta sikap bijak dan bertanggung jawab dalam penggunaannya.

Dia mengingatkan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat untuk membantu manusia, bukan justru mengendalikan kehidupan. “Teknologi harus menjadi alat yang membantu manusia, bukan justru mengendalikan kehidupan manusia,” pesannya.

Sejalan dengan itu, Kemendikdasmen mendorong penguatan Pembelajaran Mendalam serta pengembangan koding dan kecerdasan artifisial di satuan pendidikan. Upaya ini diharapkan membekali murid dengan kemampuan yang relevan menghadapi perkembangan teknologi.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menambahkan, perkembangan teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Karena itu, guru dan murid perlu memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat, kritis, dan aman.

Dia memaparkan, sebanyak 16,9 juta pengguna akun belajar.id telah memperoleh akses AssemblrEDU. Pemanfaatan platform tersebut oleh guru dan murid menghasilkan lebih dari 244 ribu pembelajaran digital.

Meski demikian, transformasi pendidikan berbasis teknologi tidak cukup hanya dengan menyediakan platform dan perangkat digital. Peningkatan kompetensi guru, pendampingan murid, serta pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab tetap menjadi bagian penting agar inovasi benar-benar berdampak di ruang kelas.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network