PASURUAN, iNewsSurabaya.id – Air bersih yang biasanya menjadi kebutuhan sehari-hari kini semakin sulit diperoleh warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Kemarau berkepanjangan yang dipicu fenomena El Niño membuat ketersediaan air semakin terbatas. Sebanyak 887 dari total 1.315 kepala keluarga (KK) di desa tersebut terdampak kekeringan.
Kondisi ini membuat warga harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari memasak, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Selama ini, masyarakat mengandalkan air hujan, aliran sungai, serta pasokan dari sumber Umbulan yang dialirkan melalui jaringan pipa.
Namun, ketika musim kemarau berlangsung berkepanjangan, ketersediaan air tidak lagi mencukupi kebutuhan warga. Dampaknya mulai terlihat dari lingkungan desa yang mengering, termasuk pepohonan yang tampak layu akibat terbatasnya pasokan air.
Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum Desa Kedungrejo, Sholihin, mengatakan kekeringan yang melanda wilayahnya cukup berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
“Kondisi di desa kami memang sedang mengalami kekeringan. Kalau dilihat di lingkungan sekitar, pohon-pohon juga sudah terlihat kering. Musim kemarau berkepanjangan yang melanda membuat pasokan air bersih semakin terbatas sehingga warga cukup kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari,” ujar Sholihin, Sabtu (7/11/2026).
Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih mulai disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Jawa Timur (Jatim) menyalurkan 25.000 liter air bersih serta tiga unit tandon air.
Tiga tandon yang disalurkan masing-masing berkapasitas 1.050 liter untuk dua unit dan 1.500 liter untuk satu unit. Dua tandon diserahkan secara simbolis dalam kegiatan tersebut, sedangkan satu unit lainnya akan diserahkan secara bertahap.
Direktur Kelembagaan PT SIER, Ahmad Fahrudin, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih.
Menurutnya, kolaborasi dengan Lazismu Jatim menjadi salah satu upaya untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan, khususnya di wilayah terdampak kekeringan.
“SIER menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Jatim yang telah membantu menyalurkan air bersih ke sejumlah titik yang mengalami kekeringan. Dalam hal ini, SIER turut berkontribusi melalui kolaborasi bersama Lazismu sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ujar Fahrudin.
Dia menambahkan, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) SIER tidak hanya menyasar masyarakat di sekitar kawasan industri, tetapi juga diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah lain.
Sementara itu, Sholihin berharap bantuan air bersih dan tandon tersebut dapat meringankan beban warga selama kekeringan masih berlangsung. “Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Semoga dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga dan memberikan manfaat selama kondisi kekeringan masih berlangsung,” katanya.
Penyaluran bantuan ini tidak hanya menyasar Desa Kedungrejo. Program tersebut dilaksanakan secara bertahap di sejumlah desa yang tersebar di Kecamatan Winongan dan Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.
Di Kecamatan Winongan, bantuan menjangkau Dusun Krajan V, Grubyuk, dan Sumbertelur di Desa Kedungrejo. Sementara di Kecamatan Kejayan, penyaluran direncanakan menyasar Desa Kedungpengaron, khususnya Dusun Krikilan, serta Desa Ambal-Ambil, khususnya Dusun Rawi Timur.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
